Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Investasi Digalakkan, Kelestarian Lingkungan Juga Harus Diperhatikan

Wakil Ketua Banggar DPR RI meminta Kemenko Kemaritiman dan Investasi tak hanya menggalakkan investasi tetapi juga harus memperhatikan kelestarian ling

Investasi Digalakkan, Kelestarian Lingkungan Juga Harus Diperhatikan
dok. DPR RI
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono dalam Rapat Kerja Banggar DPR RI dengan Menko Perekonomian; Menko Polhukam; Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; dan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/6/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono meminta Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi agar tidak hanya menggalakkan investasi di Indonesia, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan. Sehingga, meskipun pertumbuhan belum dapat mencapai double digit namun sudah mengarah ke kualitas yang lebih positif dari tahun ke tahun.

“Untuk Kementerian Maritim dan Investasi, saya ingin investasi terus digalakkan, lebih merata terpadu yang memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Jangan sampai, kita hanya meningkatkan jumlah investasi saja tapi tidak memperhatikan aspek lingkungan,” tegas Ibas, sapaan akrab Edhie dalam Rapat Kerja Banggar DPR RI dengan Menko Perekonomian; Menko Polhukam; Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; dan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/6/2021).

Di sisi lain, Ibas mendukung upaya pemerintah agar APBN sebagai instrumen yang merupakan bagian dari kebijakan fiskal dapat terus dilanjutkan perannya dalam upaya pemulihan ekonomi. Kuncinya, para menko tersebut lebih cepat melakukan koordinasi di masing-masing kementerian untuk mengimplementasikan program yang telah dirancang.

“Harapannya adalah ada warisan (legacy) yang ditinggalkan, yaitu kemiskinan kita menurun, pengangguran kita menurun, dan income per kapita masyarakat naik,” ujar Ibas.

Dengan demikian, tambah Ibas, APBN tahun 2022 yang menjadi masa transisi pemerintah untuk mengembalikan defisit di angka 3 persen pada APBN tahun 2023, dapat menjaga rasio utang negara menjadi lebih sehat. Serta, program yang dirancang dalam anggaran di APBN dapat lebih inovatif dan berpihak kepada masyarakat.

“Fiskal kita harus tetap prudent dan konsolidatif untuk masyarakat luas,” tutup politisi Partai Demokrat itu.(*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas