Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibadah Haji 2019

Angka Gagal Berangkat Jemaah Haji Masih Dalam Batas Toleransi

Komisi VIII DPR RI menganggap jumlah kuota jemaah haji yang tidak terpakai tahun 2019 masih dalam batas toleransi.

Angka Gagal Berangkat Jemaah Haji Masih Dalam Batas Toleransi
(Tribunnews/Darmawan/MCH2019).
Jamaah hajinindonesia kloter JKS 11 memasuki ruang tunggu fasilitas IYAB yang merupakan jalur khusus kepulangan cepat di bandara King Abdul Aziz Jeddah, Selasa (20/8/2019). Sebanyak 16 kloter terbang jamaah haji indonesia mendapatkan fasilitas IYAB difasilitasi oleh pemerintah arab saudi. (Tribunnews/Darmawan/MCH2019). 

"Karena itu, menurut kami angka yang menjadi ketidakjadian mereka untuk berangkat sesungguhnya adalah angka yang bisa ditoleransi," ujar politikus Golkar ini.

Disamping itu, jumlah jemaah haji tahun 2019 lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.

Dengan tambahan kuota 10.000 yang mepet dengan waktu keberangkatan, sangat sulit bagi pemerintah membuat skenario lain untuk menutup kuota jemaah yang gagal berangkat.

Baca: Meninggal Saat Berhaji, Pekerja Bangunan Asal Jombang Dimakamkan di Samping Makam KH Maemoen Zubair?

Baca: Layanan Fasilitas Haji Tahun Ini Memuaskan, Tapi Bimbingan Ibadah Masih Belum Maksimal

"Oleh karena itu batalnya berangkat ke Tanah Suci kita anggap bukan kegagalan dari Kementerian Agama, kenapa? Karena memang tidak mudah. Sehingga kegagalan berangkat ini jangan dilihat sebagai kegagalan dalam menyerap kuota haji," ungkapnya.

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, menyayangkan ada kuota jemaah haji Indonesia yang tidak terpakai setiap tahunnya.

Agus mengaku mengetahui hal tersebut melalui sistem e-Hajj.

"Saya suka buka sistem e-Hajj, terakhir saya buka 31 Juli. Data yang muncul di situ selama saya bertugas tiga tahun, ada kuota yang tidak terpakai. Dan ini jumlahnya dua kali lipat kuota Brunei," kata Agus saat rapat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2019 di Mekah, Selasa malam, 6 Agustus 2019.

Menurut Agus, kuota haji yang tak terpakai pada tahun 2016 sebanyak 759.

Selanjutnya, pada 2017 sebanyak 935, 2018 sebanyak 649, dan 2019 sebanyak 520 orang.

Kondisi ini tentu sangat disayangkan, mengingat butuh usaha lebih untuk memperoleh kuota tambahan.

"Nanti kalau ditanya Arab Saudi bagaimana jawabnya? Kamu saya kasih kok enggak dipakai," ujar Agus.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Husein Sanusi
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas