Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jemaah Haji Diimbau Waspada dengan Cuaca Panas di Madinah 

Jemaah haji harus menyiapkan perlindungan tambahan agar tetap bisa beribadah dengan sempurna di tengah cuaca panas di Madinah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jemaah Haji Diimbau Waspada dengan Cuaca Panas di Madinah 
Saudigazette.com.sa
Tenda-tenda Mina sudah mulai disiapkan dengan segala perlengkapannya untuk menerima jemaah haji musim haji ini. Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi dr. M. Imran menyampaikan jemaah haji asal Indonesia harus mewaspadai suhu panas di Madinah.  

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kota Madinah, Arab Saudi pada akhir bulan Mei mulai memasuki musim panas. 

Suhu di siang hari bisa mencapai 40 derajat celsius atau lebih. 

Berbeda dengan di tanah air, kelembaban udara di Madinah lebih rendah.

Baca juga: 1.889 Jemaah Haji Indonesia Mulai Diberangkatkan dari Madinah ke Mekkah

Kelembaban udara yang rendah ini mengakibatkan panas terasa menyengat namun tubuh tidak berkeringat. 

Diketahui bahwa mekanisme berkeringat merupakan mekanisme untuk menstabilkan suhu tubuh.

Terkait hal ini, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi dr. M. Imran menyampaikan jemaah haji asal Indonesia harus mewaspadai suhu panas di Madinah

Rekomendasi Untuk Anda

Jemaah haji harus menyiapkan perlindungan tambahan agar tetap bisa beribadah dengan sempurna di tengah cuaca panas di Madinah.

Baca juga: Ini Sederet Vaksinasi yang harus Dilakukan Jemaah Haji dan Manfaatnya

''Jemaah harus waspadai cuaca panas di Madinah. Panas di Madinah akan terasa lebih menyengat namun tubuh tidak berkeringat," ungkap dr Imran pada keterangan resmi, Kamis (1/6/2023).

Imran mengatakan jika situasi ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang bisa menghambat jemaah untuk menjalankan ibadah.

Terdapat lima penyakit yang sering muncul karena cuaca panas Madinah dan dialami oleh jemaah haji.

Pertama yaitu infeksi saluran pernapasan atas (ispa). 

Gejala yang sering muncul yaitu batuk. 

Udara kering Madinah dapat menyebabkan lapisan didalam mulut dan hidung menjadi kering dan memicu terjadinya batuk.

Kedua adalah dehidrasi yang cukup serius. 

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas