Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Saat Pedagang Arab Saudi Berbahasa Jawa Tawarkan Dagangannya, Jokowi Jadi Kode Khusus Harga

Nama Jokowi seolah jadi kode nilai rupiah yang harus dibayarkan jika membeli barang dagangan yang ditawarkan pedagang Arab.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Anita K Wardhani
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Saat Pedagang Arab Saudi Berbahasa Jawa Tawarkan Dagangannya, Jokowi Jadi Kode Khusus Harga
Tribunnews.com/Anita K Wardhani
Toko oleh-oleh di kawasan Syishah Makkah menawarkan dagangannya dengan kata kunci Jokowi. Pedagang pun fasih berbahasa Jawa. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Anita K Wardhani dari Arab Saudi

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH - Nama Jokowi dan bahasa Jawa menjadi populer di Arab. Banyak pedagang menawarkan dagangannya memakai bahasa Jawa dan menyebut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dengan fasih, pedagang mulai anak-anak hingga orang dewasa menyebut nama Jokowi untuk menyebut harga dagangannya.

Baca juga: Arab Saudi Umumkan 1.301 Jemaah Haji Wafat, 83 Persen di Antaranya Jemaah Visa Non Haji

Nama Jokowi seolah jadi kode nilai rupiah yang harus dibayarkan jika membeli barang dagangan yang ditawarkan pedagang Arab.

"Ayo bu, ayo pak, 200 ribu Jokowi, ini sama-sama model Jokowi halal, diskon murah murah, 50 riyal," kata Ali berteriak sejak pagi.

Ia menggelar lapak dagangannya bersama sang ayah di kawasan Syishah.

Sontak, teriakan Ali menarik perhatian jemaah haji Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Dialog pun terjadi, tawar menawar hingga keduanya menyepakati akad jual beli.

"Halal, Jokowi yo Rp 200 ribu," kata Ali sambil tersenyum.

Bocah berumur sekitar 12 tahun ini terlihat tak patah semangat menjajakan barang dagangannya.

Baca juga: Bandara-bandara InJourney Airports Mulai Layani Kepulangan Jemaah Haji ke Tanah Air

Tak hanya Ali, Abdurahman seorang remaja Arab memakai trik bahasa Jawa untuk menarik perhatian jemaah haji Indonesia.

Dia menawarkan minyak wangi kasturi mawar.

Dengan fasih ia menawarkan dagangannya.

"Nangkono nangkene, nangkene siji loro, telu papat, limo, enem, satus ewu (disana disini, disini satu, dua, tiga, empat, lima, enam, seratus ribu," kata Abdurahman.

Bahkan, seorang penjaga toko parfum di penyulingan mawar di Thaif (kota sejuk berjarak 67 kilometer dari Makkah) ikut memakai bahasa Jawa saat mempersilakan pengunjung melihat barang dagangannya.

"Monggo-monggo pinarak, sini sini masuk-masuk lihat-lihat dulu," teriak petugas ini.

Di pusat oeh-oleh Kakiyah, bahasa Jawa dan Indonesia pun dengan fasih diucapkan pedagang Arab.

"Indonesia bagus, ayu monggo Jokowi 100 ribu, gamisnya," kata Amat, seorang pedagang menaewarkan aneka produk konveksi di tokonya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas