Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

WNI yang Terindikasi Haji Non-Prosedural Jadi 18 Orang, Dirjen Imigrasi Sinyalir Ada Agen Bermain

18 WNI, termasuk yang ditangani Imigrasi Medan, karena diduga hendak berhaji secara non-prosedural. Modus haji ilegal.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Gita Irawan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in WNI yang Terindikasi Haji Non-Prosedural Jadi 18 Orang, Dirjen Imigrasi Sinyalir Ada Agen Bermain
Tribunnews.com/Gita Irawan
HAJI NON PROSEDURAL - Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko saat ditemui usai acara di Hotel Pullman, Jakarta pada Kamis (30/4/2026). Hendarsam mengatakan jumlah WNI yang terindikasi akan melakukan ibadah Haji non prosedural bertambah. 

Ringkasan Berita:
  • Awalnya 13 orang ditunda di Bandara Soekarno-Hatta, namun total kini menjadi 18 WNI, termasuk yang ditangani Imigrasi Medan, karena diduga hendak berhaji secara non-prosedural.
  • Para calon jemaah umumnya menggunakan visa kerja tanpa dokumen pendukung sebagai kedok untuk berhaji, bahkan ada yang sudah pernah mencoba sebelumnya. 
  • Imigrasi mencurigai adanya agen yang mengorganisir keberangkatan ilegal, dan bukti sudah dikumpulkan serta diserahkan ke kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta beberapa hari lalu mengumumkan telah menunda keberangkatan 13 WNI yang terindikasi hendak menunaikan ibadah haji secara non-prosedural melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Terkait hal itu, Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan jumlahnya kini telah bertambah menjadi 18 orang.

Mereka, kata Hendarsam, tidak hanya yang ditangani Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, melainkan juga ada yang ditangani Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan.

Ternyata, kata dia, hal itu bukanlah pertama kali terjadi, melainkan juga terjadi di tahun sebelumnya.

Bahkan, jumlah mereka yang ditunda keberangkatannya karena disinyalir akan melakukan ibadah haji secara non-prosedural jauh lebih banyak.

"Sejauh ini 18. Kalau tahun lalu 1.243 orang yang melakukan hal serupa," ungkap dia saat ditemui usai acara di Hotel Pullman, Jakarta pada Kamis (30/4/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

"Angka-angka penurunan itu akibat dari edukasi yang dilakukan secara terus-menerus dari kita ya, Imigrasi juga dengan Kementerian Haji dan Umrah sehingga angka pelanggaran itu bisa kita tekan," lanjut dia.

Tidak hanya, itu ia juga mensinyalir ada agen yang bermain dalam kasus itu.

Untuk itu, kata dia, pihaknya telah mengumpulkan bukti-bukti dan menyerahkannya ke pihak kepolisian.

"Jadi memang kita sinyalir ada agennya. Tapi kalau untuk masalah penegakan hukumnya karena kita sudah bentuk Satgas bersama-sama dengan kepolisian, Bareskrim, itu kita serahkan ke kepolisian," ujarnya.

"Buktinya sudah ada, bahwa ada beberapa itu memang digalang, tapi ada juga yang memang sendiri-sendiri, ada beberapa yang berangkat mandiri yang non-prosedural ini," pungkasnya.

Sebelummya, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 13 WNI yang terindikasi hendak menunaikan ibadah haji secara non-prosedural melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Penundaan itu dilakukan dalam serangkaian pemeriksaan intensif oleh petugas imigrasi pada 18 April dan 19 April 2026 di Terminal 3 Keberangkatan Internasional.

Dari hasil pengawasan, sebanyak 8 orang WNI diketahui akan berangkat menggunakan penerbangan tujuan Jeddah dengan modus penggunaan visa kerja.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, yang bersangkutan mengakui tujuan sebenarnya adalah untuk melaksanakan ibadah haji tanpa melalui prosedur resmi. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas