Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menanti Asap Putih Mengepul di Kapel Sistine

Melalui cerobong asap khusus itulah nanti akan diketahui apakah ke-115 kardinal dari seluruh dunia itu sudah berhasil memilih paus baru atau belum.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi

Tribunnews.com, Vatican City - Vatikan mulai memasang cerobong asap khusus di atas Kapel Sistine untuk persiapan sidang konklaf (sidang para Kardinal) yang akan digelar pada Selasa (12/2/2013).

Melalui cerobong asap khusus itulah nanti akan diketahui apakah ke-115 kardinal dari seluruh dunia itu sudah berhasil memilih paus baru atau belum.

Kardinal Perancis Andre Vingt-Trois, kepada AFP mengatakan bahwa ada sekitar "setengah lusin kandidat kuat" untuk menjadi pemimpin umat Katolik yang baru.

Uskup Agung Milan Kardinal Angelo Scola, selama ini dianggap sebagai salah satu kandidat kuat bersama Kardinal Marc Ouellet dari Kanada dan Odilo Scherer dari Brasil.

Nama-nama lain yang tak boleh dikesampingkan misalnya Peter Erdo (Hungaria), Jose Francisco Robles Ortega (Meksiko), Christoph Schoenborn (Austria) dan Albert Malcolm Ranjith (Sri Lanka).

Satu nama lagi yang kerap disebut adalah Uskup Agung Manila, Luis Antonio Tagle, yang cukup populer dan masih berusia terbilang muda dengan kemampuan pastoral yang mumpuni.

"Masalah dalam konklaf kali ini adalah tidak adanya seorang kandidat terkuat seperti Joseph Ratzinger pada 2005," kata pakar masalah Vatikan dari harian National Catholic Reporter, John Allen.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemungutan suara putaran pertama akan digelar Selasa (12/3/2031), setelah semua kardinal menginap di Vatikan. Nantinya, para kardinal ini akan benar-benar diisolasi selama konklaf berjalan dan akan menggelar misa khusus "Demi Pemilikan Uskup Agung Roma" di Basilika Santo Petrus.

Para kardinal lalu akan mengambil sumpah menjaga kerahasiaan konklaf pada pukul 15.45 waktu setempat. Aturan menjaga rahasia juga berlaku di tempat mereka menginap di St Martha House. Di sana semua jendela akan ditutup dan telepon hanya bisa digunakan untuk keperluan internal.

Surat suara pemilihan biasanya akan dibakar antara pukul 11.00-18.00 GMT. Jika asap yang terlihat dari cerobong berwarna hitam maka itu berarti kuorum dua pertiga suara belum tercapai. Sementara jika asap berwarna putih maka berarti paus baru sudah terpilih.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas