Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jihadi John: Saya Seperti Mayat Berjalan

Emwazi mengatakan dirinya diyakini telah tewas dalam aksi bunuh diri sehingga dia "dijauhi" M15.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Jihadi John: Saya Seperti Mayat Berjalan
BBC
Mohammed Emwazi mengaku telah dikontak oleh agen Dinas rahasia Inggris. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria yang mengaku sebagai ekstremis "Jihadi John" mengatakan dirinya seperti "mayat berjalan" saat melakukan kontak dengan Dinas Rahasia Inggris, M15.

Mohammed Emwazi, warga negara Inggris kelahiran Kuwait asal London Barat, mengklaim telah melakukan kontak email dengan wartawan Surat kabar Mail on Sunday pada 2010 lalu.

Emwazi mengatakan dirinya diyakini telah tewas dalam aksi bunuh diri sehingga dia "dijauhi" M15.

Dalam beberapa bulan terakhir, pria berusia 27 tahun ini terlihat melakukan aksi pemenggalan kepala sejumlah pria Barat dalam video yang dibuat oleh kelompok militan Negara Islam atau ISIS.

Menurut surat kabar Mail on Sunday, Emwazi melakukan kontak email dengan editor keamanan Robert Verkaik pada 2010 dan 2011.

Dalam emailnya di bulan Desember 2010, Emwazi mengklaim bahwa dia bertemu seorang agen Dinas rahasia Inggris yang menyamar sebagai calon pembeli mesin ketik jinjing.

Emwazi mengaku ketakutan setelah calon pembeli itu menyalaminya dan memanggil nama depannya, padahal dia tidak pernah mengungkap nama depannya kepada siapapun.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia menulis, "Saya merasa terkejut dan berhenti bernafas sekian detik setelah dia pergi .... Saya tahu siapa mereka!" Dia kemudian menambahkan, "Terkadang saya seperti mayat berjalan."

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dia tidak takut dibunuh oleh MI5, tetapi dia ingin melanjutkan hidupnya. Jadi, "saya akan tidur selamanya", tulis laporan media tersebut.

Emwazi melanjutkan, "Saya hanya ingin menjauh dari orang-orang itu!"

Sebelumnya Dinas rahasia Inggris, M15 dikritik dalam beberapa hari terakhir karena dianggap tidak mampu menghentikan kepergian Emwazi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas