Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Latihan Militer, ISIS Ledakkan Bayi Gunakan Bom Ranjau

Mereka meletakkan si jabang bayi pada sebuah ranjau, lalu meledakkannya menggunakan alat detonator.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Latihan Militer, ISIS Ledakkan Bayi Gunakan Bom Ranjau
Reuters
Seorang pejuang Negara Islam (ISIS) memegang bendera ISIS dan senjata. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania Christine

TRIBUNNEWS.COM, DIYALA - ISIS baru saja mengklaim aksi yang dikatakan sejumlah media dunia sebagai aksi terkejam mereka, yaitu meledakkan seorang bayi menggunakan bom ranjau.

Oleh sejumlah narasumber di Irak dikatakan beberapa militan kelompok radikal tersebut meletakkan si jabang bayi pada sebuah ranjau, lalu meledakkannya menggunakan alat detonator.

Menurut Mirror Online, aksi peledakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari aktivitas pelatihan yang dilakukan oleh pasukan militan ISIS, Jumat (10/7/2015), di Diyala, Irak.

Disaksikan oleh seluruh anggota militan baru, ada yang mengatakan bahwa aksi brutal tersebut ditujukan untuk mematikan rasa kemanusiaan mereka.

Namun, ada pula sumber yang berpendapat bahwa hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan bagaimana cara membuat bahan peledak yang dimodifikasi.

"Kelompok itu meletakkan bayi tersebut di atas ranjau dan meledakkannya dari jauh, di depan lusinan pasukan bersenjata ISIS," demikian konfirmasi dari Komite Keamanan Provinsi Diyala Sadiq el-Husseinim.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga menambahkan bahwa aksi itu merupakan bagian dari misi pelatihan untuk mengajari sistem mekanisme kerja bom ranjau.

"Mereka memang tidak peduli lagi akan nilai-nilai kemanusiaan yang terdasar sekali pun. Tindakan mereka itu sangat tak terduga dan peledakan bayi itu menjadi bukti bahwa ideologi ISIS memang mengancam," jelas Sadiq lagi.

Bayi tersebut merupakan anak dari seorang pria yang menjadi korban eksekusi ISIS beberapa minggu yang lalu, akibat dituduh telah membunuh satu dari anggota militan.

Sadiq berkata bahwa bayi itu sengaja dibawa ke tempat pelatihan dan diledakkan sebagai alat demonstrasi bom ranjau, sebagai hukuman atas sang ayah yang telah tewas.

Mirror Online/Daily Mail

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas