Sembunyikan Identitas Yakuza Jepang, Saat Beli Mobil Ditangkap Polisi
Polisi perfektur Hyogo telah menangkap anggota yakuza
Editor: Johnson Simanjuntak
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - UU Anti Yakuza Jepang sangat ketat sekali dan sangat membatasi sekali gerak gerik aktivitas para anggota mafia Jepang (yakuza).
Tidak boleh pinjam rumah, tidak boleh buka rekening bank, tidak boleh main golf, bahkan tak boleh beli atau minjam mobil.
"Polisi perfektur Hyogo telah menangkap anggota yakuza karena menyembunyikan dirinya saat membeli mobil, tidak memberitahukan kepada penjual bahwa dirinya anggota yakuza. Kini ditangkap polisi," papar sumber Tribunnews.com Rabu ini (27/1/2016).
Hironobu Ohara, 69, tahun lalu tanggal 20 Agustus ketahuan membeli mobil tetapi tidak memberitahukan identitasnya sebagai anggota yakuza.
Padahal dia adalah salah satu pimpinan di kelompok Yamaguchigumi.
Toko penjualan mobil di Osaka sudah memberitahukan di dalam kontrak jual belinya tertulis anggota yakuza dilarang membeli mobil. Namun Ohara tetap menyembunyikan identitas diri yang sebenarnya.
Ohara adalah bos Ohara-gumi yang bermarkas di daerah Ikuno kota Osaka, berafiliasi penuh dengan Yamaguchigumi.
Ohara ditangkap dengan tuduhan melakukan pemalsuan karena tidak memberitahukan identitas aslinya saat membeli mobil.
Larangan pembelian mobil pun, atau pembelian rumah dan sebagainya, menurut UU Anti Yakuza, berlaku pula bagi atas nama isterinya dan atau anaknya dan atau bekas isterinya.
Ohara membantah dan menyatakan tidak tahu menahu mengenai pembelian mobil tersebut karena diatas namakan bekas isterinya.
Setelah perpecahan di Yamaguchigumi per 31 Agustus 2015, Ohara kini adalah nomor empat bos di Yamaguchigumi.
Info lengkap yakuza dapat dilihat di www.yakuza.in