Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Komentar Kontroversial Capres Filipina Duterte, Dari Bunuh Anak Sampai Hina Paus

Calon Presiden (Capres) Filipina Rodrigo Duterte menjadi kontroversial atas banyak komentarnya yang blak-blakan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Komentar Kontroversial Capres Filipina Duterte, Dari Bunuh Anak Sampai Hina Paus
(PhilStar/AP Photo/Bullit Marquez)
Rodrigo Duterte 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Calon Presiden (Capres) Filipina Rodrigo Duterte menjadi kontroversial atas banyak komentarnya yang blak-blakan.

Meski demikian, Duterte tetap unggul jauh dalam perolehan suara di pemilihan presiden, Senin (9/5/2016) dan menjadi favorit masyarakat.

Berikut beberapa komentar kontroversial Duterte yang sempat menyedot perhatian publik, dari soal membunuh anak sampai menghina Paus Fransiskus.

- Membunuh anak

Wali Kota Davao itu mengaku tak akan ragu untuk membunuh anaknya, jika anaknya itu ketahuan terlibat kasus narkoba.

Hal itu ia nyatakan setelah mendapat julukan 'Si Pembunuh' dari publik, lantaran getol mengeksekusi pelaku kriminal di Kota Davao selama memerintah.

Rekomendasi Untuk Anda

- Menumpas habis kriminal

Duterte mengatakan dirinya tak akan segan menumpas habis pelaku kriminal, dari yang terlibat kekerasan, narkoba, hingga korupsi.

Ia bahkan tak akan peduli dengan HAM dan tak ragu merenggut nyawa siapapun yang terlibat tindak kriminal.

- Melucu soal pemerkosaan

Duterte mendapat banyak kritik usai melucu soal pemerkosaan yang menimpa seorang misionaris asal Australia saat kerusuhan penjara di Davao pada 1989.

"Saya marah ketika tahu misionaris itu diperkosa, tapi memang ia sangat cantik. Saya sampai berpikir seharusnya wali kota (Davao) yang pertama melakukannya," katanya.

- Menghujat Paus Fransiskus

Umpatan kasar dilontarkan Duterte saat bercerita soal dirinya terjebak macet akibat kunjungan Paus Fransiskus di Filipina yang menimbulkan kepadatan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas