Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

PM Malaysia: Segera Hentikan Aksi Penculikan Abu Sayyaf

Keamanan menjadi kekhawatiran bersama bagi dua negara ini

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in PM Malaysia: Segera Hentikan Aksi Penculikan Abu Sayyaf
Harian Warta Kota/henry lopulalan
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mendesak agar aksi penculikan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf segera dihentikan.

Hal itu disampaikannya saat menyambut kedatangan perwakilan pemerintahan Filipina di Putrajaya, Malaysia, Senin (15/8/2016).

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Penasihat Kepresidenan Filipina Bidang Perdamaian Jesus Dureza.

Dalam pertemuan berdurasi 30 menit itu, Razak membahas kekhawatirannya terhadap situasi keamanan di kawasan Asia Tenggara.

Terutama mengingat keberadaan kelompok Abu Sayyaf, yang kerap melakukan penculikan terhadap pelaut dan bahkan wisatawan di area perairan.

"Keamanan menjadi kekhawatiran bersama bagi dua negara ini (Malaysia dan Filipina)," demikian tegas Razak.

Dureza mengatakan bahwa Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah memerintahkan militernya untuk menghentikan aksi teror Abu Sayyaf.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga memastikan bahwa Duterte juga bertindak tegas untuk penanganan di wilayah perbatasan, sama seperti yang Razak lakukan.

Terkait penyanderaan WNI oleh Abu Sayyaf, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa belum ada perkembangan signifikan soal itu.

Sementara Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mengatakan WNI harus dipastikan selamat saat upaya pembebasan.

Ia menilai pemerintah memiliki sejumlah cara untuk membebaskan sandera.

"Harus dipilih dengan cara apa diselamatkan. Militer? Bisa saja. Tapi apakah dengan penyelamatan dengan cara militer memang benar akan selamat sanderanya. Itu juga harus jadi bahan pertinbangan," kata Politikus PDIP itu. (Inquirer)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas