Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Perdana Menteri Australia Peringatkan Politisi di Negaranya Tidak Menjelek-jelekkan Muslim

PM Turnbull kepada Radio 3AW mengatakan memahami pernyataan Christensen ditujukan kepada para ekstrimis.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Perdana Menteri Australia Peringatkan Politisi di Negaranya Tidak Menjelek-jelekkan Muslim
Harian Warta Kota/henry lopulalan
Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull dalam kunjungan kerja di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (12/11). Kedatangan Malcolm Turnbull merupakan kunjungan pertama kali ke Indonesia setelah menjabat Perdana Menteri menggantikan Tony Abbott. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, AUSTRALIA - Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull memperingatkan Partai One Nation dan anggota koalisinya di Parlemen Australia, George Christensen, bahwa mengutuk seluruh orang Islam justru merupakan hal yang dikehendaki kelompok ekstrimis.

"Menandai seluruh Muslim dengan kejahatan yang dilakukan segelintir orang secara mendasar keliru dan juga tidak produktif," ujar PM Turnbull kepada stasiun radio 3AW.

"Mencoba untuk mengutuk atau menjelekan seluruh Muslim atau mencoba untuk menyingkirkan seluruh Muslim serta menyatakan bahwa mereka bukan bagian dari Australia atau seharusnya tidak berada di Australia; hal inilah persis yang disampaikan para ekstrimis dan teroris kepada umat Islam," ucap PM Turnbull.

Pemimpin Partai One Nation Pauline Hanson menyampaikan pidato pertamanya di Senat pekan ini, menyatakan Australia dalam keadaan bahaya dibanjiri orang Islam.

Hanson juga mendesak pelarangan pendatang Muslim ke Australia.

PM Turnbull menyatakan menolak permintaan seperti itu.

"Saya ditanyai mengenai pandangan dia [Hanson] tentang migrasi dan jelas semua orang tahu saya tidak sependapat dengan padangan-pandangannya," ujar PM Turnbull.

Berita Rekomendasi

Anggota parlemen dari faksi pemerintah, George Christensen juga menyuarakan pandangannya mengenai Islam dalam pernyataannya di DPR (House of Representatives) Kamis (15/9) malam, meminta pembatasan pendatang dari negara ekstrimis.

Dia mengatakan banyak pendatang belakangan ini yang tidak sependapat dengan apa yang dia sebut sebagai "nilai-nilai Australia".

"Mengapa memangnya mereka pilih ke Australia," katanya di DPR.

"Ada negara lain yang kurang ofensif bagi mereka, negara dimana mereka bisa menikmati penindasan yang sama serta kekerasan yang sudah biasa bagi mereka, yang jelas mereka kehendaki," kata George.

"Tak perlu melakukan perjalanan jauh ke Australia dan menuntut agar warga Australia mengubah budayanya, tatanan masyarakat, dan peraturannya agar sesuai dengan tempat asal mereka," tambahnya.

PM Turnbull kepada Radio 3AW mengatakan memahami pernyataan Christensen ditujukan kepada para ekstrimis.

"Dia bicara mengenai, seperti yang saya dengar, ideologi teroris Islamis, dan hal itu jelas merupakan fokus sekian banyak upaya kita dalam pemberantasan terorisme," katanya.

Merupakan kepentingan nasional, kata PM Turnbull, untuk mengatakan "kami adalah masyarakat multikultural paling berhasil di dunia, Muslim Australia adalah bagian dari masyarakat multikultural yang sukses tersebut".

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas