Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Klaim Amerika Soal Daya Hancur Rudal Tomahawk di Suriah Terlalu "Lebay"?

Pertanyaan yang timbul, efektifkah menggunakan TLAM untuk menghancurkan sasaran seluas kompleks pangkalan udara?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Klaim Amerika Soal Daya Hancur Rudal Tomahawk di Suriah Terlalu
net
Citra satelit dari serangan rudal Tomahawk ke Suriah. 

Serangan yang diperintahkan Trump tersebut memakan biaya USD88,5 juta. Nyaris 7 kali lipat jika dibandingkan apabila serangan dilakukan oleh pemboman presisi dari B-2 Spirit.

Sementara untuk tingkat kerusakan, serangan di operasi Odyssey Dawn sukses meluluhlantakkan seluruh pangkalan udara, sampai ke sistem pertahanan udaranya. Hasilnya konon tidak berbeda jauh dengan apa yang dilakukan AS di Al-Shayrat.

Tak ayal, hal ini memicu kritik pedas dari banyak pengamat. Kalau biaya operasi pemboman dengan B-2 lebih murah, lalu kenapa harus meluncurkan TLAM yang lebih mahal?

Pengamat menilai, bisa jadi AS takut pada sistem pertahanan rudal anti pesawat Suriah yang ganas dalam melindungi aset-asetnya, atau kuatir dengan sistem S-400 Triumf yang ‘dipinjamkan’ Rusia kepada Suriah.

Dari sisi Rusia, pejabat Departemen Luar Negeri menyatakan, hanya 23 rudal yang berhasil berbagai titik sasaran.

Selebihnya tidak diketahui atau berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Suriah yang memang kuat dan berlapis.

Yang jelas, Rusia yang berang karena merasa dilangkahi AS telah memindahkan fregat berpeluru kendali kelas Admiral Grigorovich dari Selat Bosphorus ke arah lepas pantai Suriah, memosisikan dirinya di antara Suriah dan gugus tugas AL Rusia.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Angkasa
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas