Anggota Yakuza Ditangkap Polisi Jepang Gara-gara Tak Bayar Kekurangan Ongkos Taksi 1.080 Yen
Dua orang anggota mafia Jepang (yakuza) dari Kodokai, Yamaguchigumi, ditangkap polisi Selasa (4/7/2017).
Editor: Dewi Agustina
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Dua orang anggota mafia Jepang (yakuza) dari Kodokai, Yamaguchigumi, ditangkap polisi Selasa (4/7/2017) dengan tuduhan melakukan ancaman kepada sopir taksi dan tak bayar uang taksi 1.080 yen.
"Kejadiannya sebenarnya bulan Mei lalu di Azabujuban Minatoku Tokyo. Kedua tersangka naik taksi lalu turun 5 km kemudian sekitar Naka Meguro, yang seharusnya bayar 2.080 yen dibayar hanya 1.000 yen saja oleh kedua tersangka," ungkap sumber Tribunnews.com, Rabu (5/7/2017).
Kedua tersangka yaitu Masataka Ito (52), salah satu pimpinan Kodokai yang bermarkas di Nagoya dan anak buahnya Shinzo Moriwaki (44).
Saat naik taksi di Azabujuban, Ito sudah mengancam, "Saya nggak mau tau, kamu muter-muter sana, saya cuma bayar 1.000 yen saja," ungkap sopir taksi menirukan kata-kata Ito kepadanya.
Setelah sampai Naka Meguro, Moriwaki melempar uang 5.000 yen, terima kembali 4.000 yen serta kwitansi taksi 2.080 yen.
Kekurangan uang 1.080 yen tak dibayar dan sopir taksi merasa takut karena diancam lalu melapor kepada polisi.
Kejadian tersebut terekam kamera yang ada di dalam taksi tetapi suaranya tak terekam.
Dalam interogasi polisi keduanya menolak tuduhan ancaman tersebut.
Polisi masih terus mengusut hal itu dan kemungkinan perbuatan yang sama dilakukan tersangka kepada pihak lain.
"Yang memberatkan mereka adalah karena anggota yakuza memiliki hukuman berat meskipun tindakan yang dilakukan mungkin terlihat kecil," ungkap sumber Tribunnews.com.
Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in.