Tribun

Diinterogasi Polisi Filipina, WNI Simpatisan ISIS Akui Terlibat Bom Sarinah

Guyguyon mengatakan bahwa WNI tersebut bernama Muhammad Ilham Syaputra (23), seorang simpatisan ISIS asal Medan, Sumatera Utara.

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Johnson Simanjuntak
Diinterogasi Polisi Filipina, WNI Simpatisan ISIS Akui Terlibat Bom Sarinah
Twitter/@ramonjocson
WNI simpatisan ISIS yang ditangkap di Marawi, Rabu (1/11/2017), Muhammad Ilham Syaputra (23). 

TRIBUNNEWS.COM, MARAWI - Saat diinterogasi Kepolisian Filipina, WNI simpatisan ISIS yang ditangkap di Marawi mengaku telah terlibat dalam insiden bom di Sarinah, Jakarta, pada 2016.

Kepala kepolisian Lanao del Sur, Joel Guyguyon, mengatakan WNI tersebut ditangkap Rabu (1/11/2017) dini hari, saat hendak melarikan diri dari sebuah distrik di kota tersebut.

Guyguyon mengatakan bahwa WNI tersebut bernama Muhammad Ilham Syaputra (23), seorang simpatisan ISIS asal Medan, Sumatera Utara.

Wakil Komandan Pasukan Khusus Gabungan Ranao, Kolonel Romeo Brawner, Kamis (2/11/2017), mengatakan Syaputra kini di bawah penanganan Polisi Nasional Filipina (PNP), di Manila.

Dalam proses interogasi dengan polisi, Syaputra mengaku bahwa dirinya sudah berada di Filipina sejak November 2016 untuk bergabung dalam upaya penyerbuan di Marawi.

Menurut pengakuan Syaputra, dirinya melakukan perjalanan ke Lanao del Sur pada 16 November 2016 atas undangan Isnilon Hapilon, pemimpin Abu Sayyaf dan komandan ISIS di Filipina.

Baca: Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua Pakai Jurus Kutu Loncat

Syaputra diajak untuk berpartisipasi dalam pergerakan kelompok tersebut di Filipina, lewat sebuah organisasi keagamaan internasional.

Hapilon sudah dilaporkan tewas dalam sebuah serangan pada 16 Oktober.

Syaputra juga mengaku bahwa dirinya ikut menjadi dalang dalam serangan bom di Sarinah yang menelan korban tewas.

Halaman
12
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas