Tribun

Temui Jokowi, Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan Harapkan Kontribusi Indonesia dalam Perdamaian

Presiden Jokowi menyampaikan akan segera mengundang ulama-ulama Afghanistan, Pakistan dan negara lainnya sebagai langkah awal proses perdamaian.

Penulis: Hasanudin Aco
Temui Jokowi, Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan Harapkan Kontribusi Indonesia dalam Perdamaian
Biro Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo terlihat sedang tidak dalam kondisi fit saat mengikuti rangkaian pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-31 ASEAN di Manila, Filipina. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan mengharapkan peranan Indonesia dalam menengahi konflik yang terjadi di Afghanistan.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo setelah menerima kunjungan delegasi High Peace Council (HPC) atau Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan yang dipimpin langsung ketuanya, Mohammad Karim Khalili di Istana Kepresidenan Bogor.

“Kita dianggap netral di tengah, tidak memiliki kepentingan. jadi antusias yang disampaikan oleh beliau akan kita sambut baik dan saya tadi juga menyampaikan segera akan menyusun jadwal secepatnya nanti,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi menyampaikan akan segera mengundang ulama-ulama Afghanistan, Pakistan dan negara lainnya sebagai langkah awal proses perdamaian.

“Kemudian juga bersama-sama dengan ulama di Indonesia untuk bersama-sama mencarikan solusi bagi saudara-saudara kita yang ada di Afghanistan,” ujar Presiden.

Baca: Kata Fahri Hamzah, Setya Novanto Perlu Dibela Karena Telah Banyak Membantu Jokowi

Menurut Presiden, dalam pertemuan tersebut Khalili menyampaikan bahwa Indonesia adalah sebuah contoh penerapan Islam yang benar. “Dan mereka ingin sharing dan belajar banyak mengenai Islam moderat yang ada di Indonesia,” ucap Kepala Negara.

Sementara itu, Khalili menyampaikan bahwa dirinya membawa 39 orang delegasi dan sangat bangga dapat berada di Indonesia.

Ia juga mengatakan sangat senang jika Indonesia dapat berperan menyelesaikan konflik di Afghanistan karena dirinya menganggap Islam di Indonesia adalah Islam yang moderat.

“Kami menyadari pentingnya peranan ulama Indonesia. Kami sangat berharap Indonesia dapat membantu kami mencapai perdamaian dan stabilitas di Afghanistan. Dan kami sangat senang permintaan kami diterima serta menantikan peran Indonesia untuk mempercepat proses perdamaian di Afghanistan,” tutur Khalili.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas