Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Teknologi Terbaru Jepang, Alat Seukuran Koper Bisa Mengubah Beragam Jenis Air Menjadi Air Minum

Teknologi terbaru seukuran koper baru saja diciptakan seiring dengan kebutuhan banyaknya korban bencana alam di Jepang yang membutuhkan air.

Editor: Dewi Agustina
zoom-in Teknologi Terbaru Jepang, Alat Seukuran Koper Bisa Mengubah Beragam Jenis Air Menjadi Air Minum
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Yousuke Maeda, Chief Operating Officer (COO) Wota Corporation Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Teknologi terbaru seukuran koper sekitar 30x45x20 cm baru saja diciptakan seiring dengan kebutuhan banyaknya korban bencana alam di Jepang yang membutuhkan air.

Alat ini bisa mengubah air apa pun menjadi air minum.

"Air kali, air laut dan sebagainya bisa diubah menjadi air biasa, sangat bening dan bisa menjadi air minum," ungkap Yousuke Maeda (26), Chief Operating Officer (COO) Wota Corporation Jepang kepada Tribunnews.com, Kamis (27/9/2018).

Bermula dari besarnya kebutuhan warga akan air, terutama saat terjadi bencana alam, ide ini dimulai.

Hingga akhirnya 24 Oktober 2014 perusahaan Wota Corporation dididirikan dengan CEO Riki Kitagawa.

"Perusahaan pengembangan peralatan pengolahan air, pengembangan algoritme ini memang asalnya tercipta dengan dengan melihat bencana alam di Tohoku 2011 yang sangat membutuhkan air, lalu kita berusaha menciptakan alat pembersih air ini," tambahnya.

Baca: Seorang Bobotoh Berusaha Melerai, Massa Malah Semakin Beringas Mengeroyok Haringga

Berita Rekomendasi

Terealisasi impian tersebut dengan membantu para korban saat terjadi bencana alam di Kumamoto dan bencana alam di Osaka, Wota Corporation membantu para korban dengan memasok air bersih khususnya di tempat pengungsian para korban bencana alam.

Produk koper pembersih air tersebut dinamakan Hotaru atau bahasa Indonesia Kunang-kunang, karena walau kecil bisa menerangi sekitarnya.

Kapasitas saat ini untuk 5 galon dan dapat dipakai berulang kali selama dua minggu untuk mandi dan sebagainya.

Setelah itu perlu penggantian filter.

"Di mana depan kita masih terus mengembangkan alat ini supaya lebih kecil tetapi juga memiliki kualitas yang lebih baik nantinya, mudah dibawa ke mana pun," lanjutnya.

Selama pengembangan, bersamaan itu pula tahun depan rencana akan mulai dipasarkan penjualan di Jepang.

Harga jual masih belum ditentukan tergantung jumlah produksi sedikitnya 10.000 unit sehingga harga jual bisa ditekan serendah mungkin.

"Biaya pengembangan sendiri dari awal hingga kini sudah mencapai ratusan juta yen karena harus dilakukan uji coba di berbagai bidang," kata dia.

Baca: Pelaku yang Menusukkan Besi dan Menyeret Harlingga Belum Terungkap

Saat ini Wota Corporation juga sedang melakukan pembicaraan dengan berbagai perusahaan besar yang berniat kerja sama atau membeli produknya tersebut.

"Tapi kami juga berminat untuk pemasaran di Indonesia yang mungkin berguna untuk peningkatan kualitas air minum di sana," lanjutnya.

Dengan ukuran koper dari kemampuan besar tersebut diharapkan peningkatan kualitas hidup di banyak daerah di Indonesia semakin baik.

Pihak Wota Corporation sejauh ini belum mau mengungkapkan berapa biaya produksi dan harga jual produk ini.

Namun untuk harga jual di Indonesia, menurutnya, akan disesuaikan dengan daya beli orang Indonesia.

Ada kemungkinan juga pihaknya akan melakukan pembuatan atau produksi di Indonesia di masa mendatang.

"Yang pasti alat ini sangat pas dan baik sekali untuk membantu para korban bencana alam di mana pun berada, karena bisa menyediakan air bersih di tempat pengungsian para korban bencana alam," kata dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas