Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Suami Korban Teroris di Selandia Baru Maafkan Pembunuh Istrinya

Farid Ahmad mengatakan telah memaafkan pelaku dan menegaskan memafkan adalah langkah terbaik menuju masa depan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Suami Korban Teroris di Selandia Baru Maafkan Pembunuh Istrinya
AFP/DAVID MOIR
Farid Ahmad (59), selamat dari serangan teroris di masjid Al Noor, Selandia Baru. Namun, sang istri Husna tewas dalam tragedi yang terjadi pada Jumat (15/3/2019) itu. (AFP/DAVID MOIR) 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, WELLINGTON - Seorang pria yang istrinya tewas dalam serangan teror di Christchurch, Selandia Baru mengatakan, dia tidak membenci sang pelaku penembakan.

Farid Ahmad, nama pria itu, mengatakan telah memaafkan pelaku dan menegaskan memafkan adalah langkah terbaik menuju masa depan.

"Saya akan katakan kepada dia bahwa saya mencintainya sebagai manusia," ujar Farid seperti AFP.

"(Namun), saya tidak bisa menerima perbuatannya. Apa yang dia lakukan adalah kesalahan," tambah dia.

Saat ditanya apakah Farid memaafkan, pria Australia pelaku penembakan itu, dia memberikan jawabannya.

Baca: Senin Pagi Teluk Meranti Pelalawan Diselimuti Kabut Asap Pekat

"Tentu saja. Hal terbaik adalah memaafkan, kemurahan hati, kasih sayang, dan kepositifan," ujar Farid.

Husna Ahmad (44) tewas di masjid Al Noor. Dia adalah dua korban tewas pertama dalam aksi teror tersebut. Farid dan istrinya beremigrasi dari Bangladesh ke Selandia Baru pada 1990 dan dianugerahi seorang puteri.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat penembakan terjadi, Husna membantu beberapa orang menyelamatkan diri dari ruangan untuk perempuan dan anak-anak di masjid itu.

"Dia berteriak 'lewat sini, cepat', dan dia membawa banyak anak-anak dan perempuan ke tempat aman," ujar Farid.

"Lalu dia kembali lagi untuk memeriksa keadaan saya, karena saya memakai kursi roda. Dan saat dia mendekati pintu gerbang, dia tertembak," kenang Farid.

"Dia amat sibuk menyelamatkan nyawa orang lain dan melupakan keselamata nnya sendiri," tambah pria itu.

Farid (59), yang harus duduk di kursi roda setelah tertabrak mobil pada 1998, yakin dirinya selamat dari maut karena pelaku fokus ke target lainnya.

"Orang ini menembak satu orang dua atau tiga kali. Itulah yang memberi kami waktu untuk bergerak. Dia bahkan menembak berulang kali orang yang sudah tewas beberapa kali," tambah Farid.

Farid menambahkan, dia tak menemukan istrinya saat meninggalkan masjid. Dia baru mengetahui nasib sang istri setelah seseorang mengambil foto jenazahnya.

"Foto jenazahnya ada di media sosial. Seseorang kemudian memperlihatkan foto itu kepada saya dan saya mengenalinya dengan mudah," kata dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas