Tribun

Menumpahkan Minuman, Remaja 15 Tahun Disiksa Tiga Temannya, Alat Vitalnya Dibakar Pakai Korek

Seorang remaja berusia (15) tahun mengalami penyiksaan tragis oleh teman-temannya.

Editor: Sugiyarto
zoom-in Menumpahkan Minuman, Remaja 15 Tahun Disiksa Tiga Temannya, Alat Vitalnya Dibakar Pakai Korek
tribunnews.com/iman suryanto
Ilustrasi 

Seorang Remaja Disiksa Tiga Temannya, Alat Vitalnya Dibakar Pakai Korek Api Gara-garanya Sepele

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang remaja berusia (15) tahun mengalami penyiksaan tragis oleh teman-temannya.

Remaja berjenis kelamin laki-laki itu disiksa oleh tiga orang dengan cara membakar alat vitalnya. Kekerasan ini dilatarbelakangi masalah sepele yakni menumpahkan minuman!

Ketiganya telah dijatuhi hukuman penjara selama 14 tahun atas kasus penyiksaan

Kyle Ashton (19) memimpin serangan brutal itu bersama Christopher Pyatt-Pierce (18) di flatnya di Highgate, Birmingham untuk menyerang bocah itu, seperti dilansir dari Metro, Selasa (18/6/2019).

Mereka mulai memukuli korban setelah ia menumpahkan minuman di lantai saat mengunjungi flat pada 29 September tahun lalu.

Sementara Lucy Pyatt-Pierce (18) memfilmkan serangan enam jam tersebut di ponselnya.

Video tersebut menunjukkan bagaimana anak-anak itu menahan korban dan menyiksanya dengan kejam, melukai wajahya dengan pisau dan rokok.

Dia juga babak belur akibat dipukul dengan tiang gorden, dia juga diperintahkan untuk menjilat minuman yang tumpah dari lantai dan ketika dia menolak, mie dituangkan di atas kepalanya.

Pada hari Jumat, Ashton, yang sekarang dari Hinckley, Leicestershire, dipenjara selama delapan tahun setelah dinyatakan bersalah karena cedera yang dialami korban menyebabkan kerusakan tubuh.

Lucy Pyatt-Pierce, dari Stirchley, Birmingham, dijatuhi hukuman empat tahun juga dinyatakan bersalah atas tuduhan yang sama.

Christopher Pyatt-Pierce, dari Perry Barr, Birmingham, dijatuhi hukuman dua tahun setelah dinyatakan bersalah atas dakwaan yang lebih rendah yaitu melukai ditambah penawanan.

Pengadilan Birmingham Crown mendengar bagaimana korban menderita luka-luka serius, termasuk luka dan hidung yang rusak parah, selama serangan yang dilakukan pada dini hari.

Anak sekolah itu, yang dilucuti semua pakaiannya, tidak memiliki cara untuk melarikan diri setelah ketiganya mengunci semua jendela dan pintu di flat.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas