Dipaksa Sekte Sesat untuk Berjalan di Atas Api, Seorang Wanita Hamil dan 5 Anaknya Tewas
Seorang wanita hamil dan lima buah hatinya tewas setelah dipaksa melewati api oleh sebuah sekte sesat.
Penulis: garudea prabawati
Editor: Whiesa Daniswara
"Mereka (sekte sesat) mencari keluarga yang tak percaya dengan sekte sesat tersebut, alasan diajak mengadakan ritual, namun para keluarga itu dibantai, memperlakukan keluarga tersebut dengan buruk, membunuh hampir seluruh keluarga," kata Baloyes.
“Mereka melakukan ritual di dalam struktur. Dalam ritual itu, ada orang yang ditahan di luar kehendak mereka, dan dianiaya."
"Semua ritual juga ditujukan untuk membunuh mereka, jika mereka tidak bertobat dari dosa-dosa mereka."
Josue Gonzalez, seorang petani, berhasil menyelamatkan dua anaknya, seorang gadis berusia 5 tahun dan seorang bocah lelaki berusia 7 tahun, dari serangan itu, sementara anaknya yang lain berusia 15 tahun melarikan diri sendirian.
Namun, ia tidak dapat menyelamatkan istrinya yang sedang hamil dan lima anak mereka yang lain sebelum pihak berwenang tiba dengan helikopter.
Hingga pihak berwenang mendapati istri Gonzalez, kelima anaknya, dan seorang tetangganya tewas dalam kondisi terpenggal dan telah dikubur.
Andrew Chesnut, seorang profesor studi agama yang berpokus di Amerika Latin di Virginia Commonwealth University, mengatakan insiden itu konsisten dengan praktik beberapa aliran sesat.
"Dalam logika pengorbanan religius di beberapa aliran sesat, tidak ada bukti iman yang lebih besar daripada kehidupan orang yang dicintai bahkan anggota keluarga," kata Chesnut.
Diberitakan para anggota sekte sesat yang sebagian menyatakan diri mereka sebagai 'nabi' tersebut akhirnya dituntut secara hukum.
Di mana 9 warga desa telah tertangkap atas dugaan pembunuhan, termasuk kakek dan 2 paman dari kelima anak yang tewas tersebut.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)