Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Video Viral Bocah 9 Tahun yang Di-bully Teman-temannya di Sekolah Dicap HOAX, Ini Fakta Sebenarnya

Video Viral Bocah 9 Tahun yang Di-bully Teman-temannya di Sekolah Dicap HOAX, Ini Fakta Sebenarnya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
zoom-in Video Viral Bocah 9 Tahun yang Di-bully Teman-temannya di Sekolah Dicap HOAX, Ini Fakta Sebenarnya
Kolase Tribunnews: Yarraka Bayles/Facebook, Insider
Video Viral Bocah 9 Tahun yang Di-bully Teman-temannya di Sekolah Dicap HOAX, Ini Fakta Sebenarnya 

TRIBUNNEWS.COM - Video yang memperlihatkan tangisan anak 9 tahun yang di-bully teman-temannya di sekolah viral di media sosial Facebook akhir-akhir ini.

Anak dalam video itu diketahui bernama Quaden Bayles, anak yang terlahir dengan kondisi dwarfisme atau kerdil.

Ibunya, Yarraka Bayles, mengunggah video anaknya yang sedang menangis, bermaksud meningkatkan perhatian atas dampak pem-bully-an pada anak-anak.

"Inilah hasil dari pem-bully-an," ucap ibu asal Australia ini.

Video yang diunggah 21 Februari 2020 lalu itu ditonton lebih dari 24 juta orang di Facebook.

Baca: Viral Video Anak Kerdil Menangis karena Di-bully di Sekolah, Sampai Trauma dan Ingin Akhiri Hidupnya

Seorang Ibu Bagikan Video Anaknya yang Meminta Tali untuk Bunuh Diri karena Fisiknya Dibully Teman Sekolah
Seorang Ibu Bagikan Video Anaknya yang Meminta Tali untuk Bunuh Diri karena Fisiknya Dibully Teman Sekolah (Facebook Yarraka Bayles Ibunya)

Kurang dari sehari, penggalangan dana dibuat oleh komedian Brad Williams, yang juga menderita achondroplasia sama seperti Quaden.

Rekomendasi Untuk Anda

Dari target 10 ribu dollar saja (Rp 137 juta), dana sudah terkumpul lebih dari 461 ribu dollar (Rp 6,3 M).

Menurut laman GoFundMe tersebut, hasil penggalangan dana nantinya akan diberikan pada Quaden dan ibunya untuk berkunjung ke Disneyland di California.

Selain penggalangan dana, aktor Hugh Jackman bahkan ikut mengutarakan keprihatinannya pada kasus bullying yang dialami Quaden.

Namun, seiring viralnya video tersebut, mulai muncul teori konspirasi di Twitter.

Beberapa netizen menuduh Quaden sebenarnya bukan berumur 9 tahun, melainkan 18 tahun.

Bahkan, Quaden sebenarnya seorang selebgram yang hidup berkecukupan.

Akun Twitter itu merasa kasihan pada netizen yang telah memberikan donasi karena telah ditipu.

Tagar #QuadenBayles sempat trending di Twitter karena tuduhan itu.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas