Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemerintah Saudi Tangkap Dua Pangeran Senior, Salah Satunya Adik Raja Salman

Sejak Mohammed bin Salman berkuasa, Arab Saudi memang dilanda gelombang penahanan sejumlah tokoh.

Pemerintah Saudi Tangkap Dua Pangeran Senior, Salah Satunya Adik Raja Salman
ZERO HEDGE
Pangeran Ahmed bin Abdulaziz, satu dari tiga orang Pangeran Senior Arab Saudi yang ditangkap. 

TRIBUNNEWS.COM, DUBAI -  Arab Saudi tengah digegerkan dengan penahanan dua pangeran.

Dua sumber yang dikutip Reuters dan mengetahui masalah itu menyatakan, Pemerintah Arab Saudi telah menahan dua anggota senior keluarga kerajaan Saudi termasuk Pangeran Ahmed bin Abdulaziz. Dia adik lelaki Raja Salman dan paman dari putra mahkota.

Melansir Reuters, seorang sumber lain sebelumnya mengatakan, Pangeran Ahmed adalah satu dari tiga orang di Dewan Kesetiaan, yang terdiri dari anggota senior keluarga yang berkuasa, yang menentang Mohammed bin Salman menjadi putra mahkota pada 2017.

Sejak Mohammed bin Salman berkuasa, Arab Saudi memang dilanda gelombang penahanan sejumlah tokoh.

Baca: Karoseri Adi Putro Serahkan 4 Unit Jetbus 3+ Voyager ke PO Siliwangi Antar Nusa

Padahal, reputasi Putra Mahkota sudah tercoreng di mata Barat akibat dua kasus besar. Yakni, pembunuhan jurnalis  Jamal Khashoggi dan perang Yaman yang menghancurkan.

Belakangan, aksi putra mahkota kembali disorot. Penyebabnya tak lain karena dilakukannya penahanan terhadap sejumlah intelektual, penulis dan aktivis di negara kerajaan tersebut.

Baca: UD Trucks Serah Terima 64 Unit Truk Quester ABS ke Pelanggan Loyal Trans Migasindo

Gelombang baru penahanan itu terjadi ketika kerajaan itu menjadi presiden untuk Kelompok Grup 20 di tengah kecaman Barat terhadap catatan hak asasi manusianya.

Para aktivis mengecam penahanan yang dinilai sebagai gelombang terbaru dalam pembungkaman perbedaan pendapat yang dimulai pada September 2017 dengan penangkapan ulama-ulama Islam terkemuka, yang beberapa di antaranya kini dapat menghadapi hukuman mati.

Kampanye anti-korupsi yang dilakukan dua bulan kemudian oleh pemerintah Saudi menjaring pengusaha dan pejabat senior. Nasib beberapa di antaranya belum terdengar sejak saat itu.

Laporan: Barratut Taqiyyah Rafie/Sumber: Reuters 

Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas