Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

102 Perusahaan China Jual Alat Uji Covid-19 di Eropa, Tapi Sebagian Besar Tak Punya Lisensi di China

Tak dilisensikan di China, beberapa perusahaan sengaja menargetkan pasar Eropa untuk menjual alat uji virus Corona

102 Perusahaan China Jual Alat Uji Covid-19 di Eropa, Tapi Sebagian Besar Tak Punya Lisensi di China
ERIN BOLLING / US ARMY / AFP
ILUSTRASI - Foto Angkatan Darat AS pada 8 Maret 2020 menunjukkan seorang karyawan USAMRIID (Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat) sedang melakukan penelitian terhadap virus coronavirus baru, COVID-19. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pandemi Virus Corona terus menyebar di berbagai penjuru dunia.

Hal ini membuat permintaan alat uji diagnosis menjadi kian meningkat.

Diberitakan TribunnewsWiki.com dari South China Morning Post, Senin (30/3/2020), ketika wabah baru menyebar, ada beberapa ahli yang tengah berjuang mengembangkan alat uji virus.

Ketika virus sudah mulai menyebar ke seluruh China, beberapa tes diagnostik sudah disetujui oleh pemerintah.

Akan tetapi masih ada ratusan perusahaan lain yang berusaha mengembangkat alat yang baru.

"Saya tidak berpikir untuk mengajukan persetujuan di China," kata Zhang Shuwen, pendiri produk-produk Nanjing Liming Bio, dikutip SCMP.

“Aplikasi ini membutuhkan terlalu banyak waktu. Ketika saya akhirnya mendapatkan persetujuan, wabah mungkin sudah selesai."

Lagi pula, kini penyebaran Covid-19 di China semakin terkendali.

Hal itu membuat permintaan alat diagnostik semakin menurun.

Karenanya, Zhang memilih menjadi bagian dari pengekspor China, yang menjual alat uji ke seluruh dunia.

BACA SELENGKAPNYA -->

Baca: Lika-liku Pencegahan Corona di Garut, Bupati Kewalahan Tangani ODP, Diberi Uang Agar Tak Berkeliaran

Baca: Bakal Dibahas Hari Ini, Simak Gambaran Skema Lockdown Jika Diterapkan di Jabodetabek

Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. (AFP/HECTOR RETAMAL)

 

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr
Sumber: TribunnewsWiki
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas