Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kisah Mantan Anggota Yakuza Jepang Tetap Bertahan Hidup Tanpa Asuransi

Kehidupan Gokudo atau yakuza (mafia Jepang) semakin bertambah sulit saat ini, namun tetap bertahan tanpa asuransi sekalipun.

Kisah Mantan Anggota Yakuza Jepang Tetap Bertahan Hidup Tanpa Asuransi
Foto RKB Radio
Takashi Nakamoto (54), 30 tahun di Kudokai, sejak 2017 jadi pengusaha restoran udon yang terkenal di Kokura Kita Kyushu Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kehidupan Gokudo atau yakuza (mafia Jepang) semakin bertambah sulit saat ini, namun tetap bertahan tanpa asuransi sekalipun.

"Kehidupan yakuza yang telah ke luar sangatlah sulit bahkan tanpa asuransi," ungkap Takashi Nakamoto (54) yang telah 30 tahun berada di dalam Kudokai, yakuza terbesar di selatan Jepang, terutama KitaKyushu.

Setelah dikeluarkan UU anti yakuza No.77 tahun 1991 mengenai Anti Kejahatan Terorganisir (Botaiho) kehidupan yakuza semakin sulit lagi.

Bahkan sampai Oktober 2012 pemerintah merevisi UU Anti-Yakuza untuk ke-34 kalinya.

Salah satu anggota yakuza yang telah beralih menjadi orang biasa di masyarakat, Nakamoto, sempat menjadi pimpinan di Kudokai, menceritakannya kepada Tribunnews.com, Kamis (2/4/2020) betapa sulitnya kembali ke masyarakat normal.

Polisi Perfektur Mie menyelidiki lokasi penembakan rumah yakuza Jepang, Kiyoshi Takayama (72).
Polisi Perfektur Mie menyelidiki lokasi penembakan rumah yakuza Jepang, Kiyoshi Takayama (72). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Setelah lepas dari yakuza pun, ketentuan memang 5 tahun dimonitor pihak kepolisian intelijen. Namun kenyataannya lebih dari itu," ungkapnya.

Namun niat baiknya tetap memberikan semangat besar untuk menjadi orang sukses di masyarakat umumnya dan itu terbukti dengan pembukaan toko (restoran) udon miliknya di Kokura Kitakyushu bernama Yomogi Udon Darums.

Setiap hari dari jam 10 pagi orang sudah antre dan selesai sekitar jam 2 siang sudah habis terjual.

Baca: Waspadai Potensi Koreksi IHSG ke Level 4.000

Baca: UPDATE Corona Hari Ini, 2 April 2020: Kasus Global Tembus 935.287, Hampir 200 Ribu Dinyatakan Sembuh

"Bayangkan kehidupan tanpa asuransi di Jepang sulit dan berat sekali bukan?" kata dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas