Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Rusuh di Amerika Serikat

Michael Jordan Dukung Protes Anti-Rasisme, Buntut Kematian George Floyd oleh Polisi Minneapolis

Bintang NBA, Michael Jordan mengungkapkan kemarahannya atas kematian George Floyd pada Minggu (31/5/2020).

Michael Jordan Dukung Protes Anti-Rasisme, Buntut Kematian George Floyd oleh Polisi Minneapolis
NETFLIX/Kompas.com
Legenda basket Amerika Serikat, Michael Jordan, berbicara ke kamera pada serial Netflix, The Last Dance. Mata Michael Jordan terlihat kuning di serangkaian wawancara tersebut walau ia tak pernah mengaku memiliki masalah kesehatan. 

TRIBUNNEWS.COM - Bintang NBA, Michael Jordan mengungkapkan kemarahannya atas kematian George Floyd

Sebelumnya George Floyd adalah pria kulit hitam yang meninggal setelah lehernya dikunci oleh lutut seorang polisi, Derek Chauvin. 

Dalam video yang viral, Floyd ditiarapkan ke aspal sementara Chauvin menekankan lututnya di atas leher pria itu hingga dia mengeluh tidak bisa bernapas.

"Tolong, aku tidak bisa bernapas," rintih Floyd, dimana kata-kata terakhirnya ini jadi semboyan yang digaungkan demonstran di seluruh AS.

Baca: Cerita WNI di Philadelphia soal Kerusuhan Akibat Kematian George Floyd: Kami Baik-baik Saja

Baca: Suarakan Protes Kematian George Floyd, Massa di London dan Berlin Turun ke Jalan

Orang-orang berkumpul dalam aksi protes atas kematian George Floyd, di Trafalgar Square pada 31 Mei 2020 di London, Inggris.
Orang-orang berkumpul dalam aksi protes atas kematian George Floyd, di Trafalgar Square pada 31 Mei 2020 di London, Inggris. (Ilyas Tayfun Salci / ANADOLU AGENCY / Anadolu Agency via AFP)

Sampai saat ini demo tidak hanya terjadi di seluruh AS tapi telah meluas hingga ke Inggris dan Berlin.

Dikutip dari Al Jazeera, Jordan mengaku turut berkabung sebagaimana keluarga George Floyd yang kehilangan pria itu karena aksi rasisme. 

"Saya sangat sedih, benar-benar sedih dan benar-benar marah," kata Jordan dalam pernyataannya di Twitter, Minggu (31/5/2020).

"Saya melihat dan merasakan sakit, kemarahan, dan frustrasi semua orang," tambahnya.

"Saya mendukung orang-orang yang menyerukan rasisme dan kekerasan yang mendarah daging terhadap orang-orang kulit berwarna di negara kita. Kita sudah cukup," ujar Jordan.

Komentar Jordan bertepatan dengan makin meluasnya aksi protes di kota-kota seluruh negara bagian AS.

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas