Tribun

Rusuh di Amerika Serikat

Pelaku Pembunuhan George Floyd, Derek Chauvin, Sempat Diperingatkan Rekannya saat Kejadian

Derek Chauvin sempat diperingatkan seorang rekannya ketika melakukan penangkapan terhadap George Floyd.

Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Ayu Miftakhul Husna
Pelaku Pembunuhan George Floyd, Derek Chauvin, Sempat Diperingatkan Rekannya saat Kejadian
Kolase Tribunnews/CBS
Derek Chauvin sempat diperingatkan seorang rekannya ketika melakukan penangkapan terhadap George Floyd. 

"Apa yang klien saya harus lakukan selain mengikuti perkataan petugas pelatihan?" imbuhnya.

Seorang hakim memerintahkan Kueng, Lane, dan Thao memberikan jaminan tak bersyarat sebesar satu juta dolar Amerika (Rp 14 miliar), ditambah jaminan bersyarat 750 ribu dolar Amerika (Rp 10,5 miliar).

Dari kiri, Derek Chauvin, J Alexander Kueng, Thomas Lane, dan Tou Thao. Chauvin didakwa melakukan pembunuhan tingkat dua atas George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah ditahan olehnya dan petugas kepolisian Minneapolis lainnya pada 25 Mei. Ada pun Kueng, Lane, dan Thao dituduh membantu dan bersekongkol dengan Chauvin.
Dari kiri, Derek Chauvin, J Alexander Kueng, Thomas Lane, dan Tou Thao. Chauvin didakwa melakukan pembunuhan tingkat dua atas George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah ditahan olehnya dan petugas kepolisian Minneapolis lainnya pada 25 Mei. Ada pun Kueng, Lane, dan Thao dituduh membantu dan bersekongkol dengan Chauvin. (AP/Hennepin County Sheriffs Office via Kompas.com)

Menurut pengaduan pidana, keempat mantan perwira itu terancam hukuman maksimum 40 tahun penjara.

Diketahui, George Floyd merupakan pria berkulit hitam yang meninggal pada 25 Mei 2020 akibat lehernya ditindih seorang polisi, Derek Chauvin.

Insiden ini terjadi di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.

Leher Floyd terus diinjak Chauvin meski ia merintih kesakitan dan mengatakan tak bisa bernapas.

Pidato Barack Obama, Pesannya untuk Pemuda Kulit Hitam

Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, meminta para pemuda Afrika-Amerika untuk tetap berharap kehidupan lebih baik meski diliputi kemarahan.

Hal ini disampaikan Obama pada Rabu (3/6/2020) waktu setempat, dalam ucapan terima kasihnya pada pengunjuk rasa di jalanan Amerika Serikat setelah kematian George Floyd.

Dikutip Tribunnews dari CNN, Barack Obama mengatakan ia merasa perubahan akan datang.

Barack Obama di Manchester dalam fotonya yang diunggah 2012 lalu.
Barack Obama di Manchester dalam fotonya yang diunggah 2012 lalu. (Instagram @barackobama)
Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas