Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rusuh di Amerika Serikat

Asosiasi Detektif New York Bakal Tuntut Para Perusuh yang Serang Petugas

"Kami akan mengirim pesan ke divisi yang menangani tindak kriminal, kalian tidak akan lolos," tegas Di Giacomo

Asosiasi Detektif New York Bakal Tuntut Para Perusuh yang Serang Petugas
AFP/Agustin Paullier
Seorang wanita berjalan melewati sebuah toko yang ditutup dengan papan usai terjadi aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd, di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020) waktu setempat. Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. AFP/Agustin Paullier 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Aksi protes atas kematian warga keturunan Afrika-Amerika, George Floyd di Minneapolis, Minnesota, berujjung kerusuhan yang menyebar di seluruh kota di Amerika Serikat.

Para perusuh dalam aksi itu juga terlibat bentrokan dengan petugas, menghancurkan dan membakar kendaraan polisi, bahkan melakukan penjarahan.

Baca: 8 Jenderal Disebut-sebut Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, Ada Geng Solo dan Eks Ajudan SBY

Melihat aksi brutal para perusuh tersebut, para detektif di New York City (NYC) pun siap menuntut mereka yang menyerang petugas di tengah aksi protes George Floyd di kota itu.

Seperti yang disampaikan Presiden Asosiasi Detektif negara itu, Paul Di Giacomo.

"Jika kalian menyerang Detektif di Kota New York, tidak ada konsekuensi dari sistem peradilan pidana, dan kami harus memilih cara lain untuk melindungi detektif kami," kata Di Giacomo.

Ia menggambarkan situasi saat ini sebagai hal yang 'menyayat hati'.

Karena di satu sisi, para petugas tengah melakukan pekerjaan mereka untuk melindungi warga di tengah kerusuhan yang sedang berlangsung.

Namun di sisi lainnya, ada penjahat yang melakukan aksi penyerangan, menjarah, dan menjadikan polisi maupun orang yang tidak bersalah sebagai korban.

"Para perusuh itu melempar batu, berteriak, dan menyerang detektif yang bertugas. Kami akan mengirim pesan ke divisi yang menangani tindak kriminal, kalian tidak akan lolos," tegas Di Giacomo.

Dikutip dari laman Sputnik News, Kamis (11/6/2020), para aktivis sebelumnya telah menyerukan agar dilakukannya 'penggembosan' terhadap seluruh Departemen Kepolisian AS.

Ide ini pun langsung ditolak oleh Presiden AS Donald Trump.

Namun hal itu didukung oleh beberapa Gubernur dari Partai Demokrat, termasuk Gubernur New York dan Wali Kota Minneapolis.

Baca: Menolak Perintah Terjunkan Tentara Redam Demo George Floyd, Menhan AS Terancam Dipecat

Trump mengatakan bahwa ia tetap mempertahankan keberadaan polisi yang akan menetapkan hukum dan ketertiban di negara itu.

Menurut laporan New York Police Department (NYPD), total lebih dari 350 polisi telah terluka sejak dimulainya aksi protes pada akhir Mei lalu.

Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas