Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KBRI Colombo Selesaikan Kasus ABK WNI Korban Penganiayaan Kapten Kapal Taiwan

Penyelesaian kasus ditandai dengan ditandatanganinya perjanjian damai antara DY dan pihak perusahaan

KBRI Colombo Selesaikan Kasus ABK WNI Korban Penganiayaan Kapten Kapal Taiwan
Istimewa
Pada 24 Juni 2020 di Pelabuhan Dikkowita - Sri Lanka, KBRI Colombo telah menyelesaikan secara kekeluargaan kasus penganiayaan tiga Kapten Kapal Taiwan terhadap seorang ABK/WNI berinisial DY 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada 24 Juni 2020 di Pelabuhan Dikkowita - Sri Lanka, KBRI Colombo telah menyelesaikan secara kekeluargaan kasus penganiayaan tiga Kapten Kapal Taiwan terhadap seorang ABK WNI berinisial DY.

Penyelesaian kasus ditandai dengan ditandatanganinya perjanjian damai antara DY dan pihak perusahaan Global Fisheries serta penyerahan uang kompensasi sesuai dengan jumlah yang disepakati kedua belah pihak.

Baca: Kelanjutan Perkara Perdagangan Orang ABK Kapal Long Xing 629, Berkas Bakal Dilimpahkan ke JPU

Sebelumnya, pada 11 dan 22 Juni 2020, KBRI Colombo telah melakukan upaya mediasi antara DY selaku korban dan Global Fisheries sebagai perusahaan yang menaungi tiga kapten kapal Wasana yg melakukan penganiayaan terhadap DY.

Kasus penganiayaan terhadap DY terjadi pada 9 Juni 2020 yang bermula Ketika ybs menolak permintaan Kapten Kapal untuk pindah dr kapal 389 ke kapal 777.

Penolakan tersebut krn Sdr. DY pada akhir Mei telah putus kontrak kerja karena keinginan sendiri.

KBRI Colombo sangat menyesalkan tindakan kekerasan terhadap DY.

KBRI Colombo segera mengadakan pertemuan dengan pihak-pihak terkait dan meminta perusahaan untuk memproses insiden tersebut.

Dalam pertemuan disepakati tidak menempuh jalur hukum.

Untuk itu, perusahaan telah memberikan pengobatan kepada korban, penggantian telepon seluler yang rusak dan juga DY diberikan uang kompensasi sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Tidak lama berselang, pada 15 Juni 2020 puluhan ABK WNI atas dasar solidaritas melakukan aksi pengeroyokan terhadap dua Kapten Kapal Taiwan tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas