Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rusuh di Amerika Serikat

Donald Trump Ancam Tuntut Perusak Monumen Bersejarah AS

Trump telah berjanji mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang menghancurkan atau merusak monumen bersejarah AS.

Donald Trump Ancam Tuntut Perusak Monumen Bersejarah AS
CBS Philly
Patung Frank Rizzo 

Seruan untuk meruntuhkan monumen-monumen itu muncul bersamaan dengan protes Black Lives Matter, yang dipicu oleh kematian George Floyd pada 25 Mei.

Floyd, seorang pria kulit hitam yang tewas setelah lehernya dihimpit lutut Derek Chauvin, oknum polisi di Minneapolis.

Ratusan pasukan Garda Nasional Washington DC yang tidak bersenjata diaktifkan dan bersiaga untuk membantu petugas penegak hukum melindungi beberapa monumen bersejarah.

Inilah sosok Edward Colston, seorang pedagang budak yang patungnya dirobohkan saat demo kematian George Floyd di Inggris.
Inilah sosok Edward Colston, seorang pedagang budak yang patungnya dirobohkan saat demo kematian George Floyd di Inggris. (Tangkapan Layar YouTube Evening Standard)

Banyak dari patung-patung itu, yang memberi penghormatan kepada konfederasi pemberontak dari era perang saudara dan Dipandang sebagai penghormatan kepada mereka yang mengabadikan perbudakan.

Sekira 400 anggota Garda Nasional Washington DC diaktifkan setelah ada permintaan dari Menteri Dalam Negeri.

"Mereka membantu polisi di monumen-monumen utama untuk mencegah perusakan atau kehancuran," kata sebuah pernyataan.

Gubernur Wisconsin Tony Evers, juga mengaktifkan Garda Nasional Wisconsin untuk melindungi properti negara di Madison, ibu kota negara bagian itu.

Baca: Amerika-China Kian Memanas: 60 Persen Kekuatan Tempur Angkatan Laut AS Telah Berada di Asia Pasifik

Sebelumnya para pengunjuk rasa menggulingkan dua patung, satu di antaranya seorang kolonel perang sipil yang berjuang untuk persatuan.

Keputusan Trump untuk membatalkan perjalanannya ke New Jersey dilakukan di tengah lonjakan kasus virus corona di banyak negara bagian.

Juru bicara Gedung Putih Judd Deere mengatakan pembatalan itu tidak terkait dengan persyaratan pemerintah Negara Bagian New Jersey, yang mewajibkan para pengunjung dari negara-negara bagian dengan tingkat infeksi virus corona tinggi untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari setelah kedatangan.

Trump mengunjungi negara bagian yang tinggi tingkat infeksi virus coronanya, Arizona, awal pekan ini. (cnn/rtr/feb)

Ikuti kami di
Penulis: Febby Mahendra
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas