Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penyamaran Ninja Jepang, Sebagai Biksu Harus Memiliki Wewangian

Tanpa wewangian, orang akan curiga kelakuannya sebagai biksu, karena biksu pasti membakar dupa dengan keharuman tertentu dan pasti melekat padanya.

Penyamaran Ninja Jepang, Sebagai Biksu Harus Memiliki Wewangian
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ninja sedang tampil dengan latar belakang Gunung Fuji di taman Shinobi no satu di Yamanashi Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pada abad ke-17 naskah manual rahasia yang disebut Shoniniki, yang menggambarkan teknik dan metode yang digunakan oleh ninja abad pertengahan untuk penyamaran antara lain sebagai biksu.

Tentunya ada persyaratan pula agar dipercaya yaitu memiliki wewangian.

Tujuh Penyamaran Shoniniki meliputi biksu keliling (komusou) yang berkeliaran di pedesaan, biksu yang memasuki kuil, kota kecil, dan daerah wilayah kecil, sebagai pertapa gunung, sebagai pedagang, sebagai aktor, sebagai penghibur jalanan dan penampilan normal menunjukkan kepribadian penduduk kota, desa, atau daerah yang ingin disusupi shinobi tanpa diketahui.

Banyak ninja (sebenarnya samurai, kelas bawah) yang menyamar sebagai biksu.

Pilihan wewangian yang membuatnya dipercaya sekeliling antara lain memakai incense (dupa), cloves (cengkeh), sandalwood (kayu cendana), cinnamon (kayu manis), fennel (adas) dan musk.

Para ninja sedang bertanding di Perfektur Mie Jepang.
Para ninja sedang bertanding di Perfektur Mie Jepang. (Istimewa)

Tanpa wewangian tersebut orang akan curiga kelakuannya sebagai biksu, karena biksu pasti membakar dupa dengan keharuman tertentu dan pasti melekat pada pakaiannya.

Ninja tidak terbatas pada tujuh peran tersebut.

Ketika dalam sebuah misi, seorang ninja berbaur dengan penduduk--atau dengan lingkungan, dalam kasus misi yang benar-benar rahasia, dan diharapkan untuk mengambil kepribadian atau penyamaran yang memungkinkannya.

Dalam kasus kunoichi (ninja wanita) untuk berlalu tanpa disadari.

Baca: Koi-Ikkoku Antara Iga dan Koga Ninja Jepang Terpecah Gara-gara Pengkhianatan

Baca: Pangeran Yamato Dianggap Menjalankan Fungsi Sebagai Ninja Jepang

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas