Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Soal Tuduhan Penyiksaan Muslim Uighur, AS Bekukan Aset hingga Batasi Visa Pejabat China

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada politisi Tiongkok yang disebut bertanggung jawab atas pelanggaran HAM kepada warga Muslim Uighur.

Soal Tuduhan Penyiksaan Muslim Uighur, AS Bekukan Aset hingga Batasi Visa Pejabat China
GREG BAKER / AFP
China dituding mengeluarkan kebijakan kontrol kelahiran yang berat sebelah antara etnis Han dan kaum minoritas, FOTO: Gambar diambil pada 4 Juni 2019 menunjukkan seorang wanita Uighur bersama dengan anak-anak di sebuah jalan di Kashgar di wilayah Xinjiang barat laut Cina. Otoritas China melakukan sterilisasi paksa terhadap perempuan dalam operasi menahan pertumbuhan populasi etnis minoritas di wilayah Xinjiang barat, menurut penelitian yang diterbitkan pada 29 Juni 2020. 

Namun Huo tidak dikenakan pembatasan visa sebagaimana yang lainnya serta keluarga mereka untuk memasuki AS.

Selain perorangan, sanksi juga dijatuhkan kepada Biro Keamanan Umum Xinjiang.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan AS melawan penyiksaan mengerikan dan sistematis di wilayah tersebut.

"Amerika Serikat tidak akan berpangku tangan ketika PKC (Partai Komunis Tiongkok) melakukan pelanggaran HAM yang menargetkan warga Uighur, etnik Kazakh, dan anggota kelompok minoritas lainnya di Xinjiang," katanya dalam sebuah pernyataan.

Baca: Kejar Dua Kapal Berbendera China, TNI Temukan 22 Pekerja Asal Indonesia, Satu Tewas di Freezer

Baca: Penemuan Jenazah WNI di Kapal China oleh TNI: Disimpan dalam Freezer, Masih Berpakaian Lengkap

Pompeo mengatakan AS juga membatasi visa pejabat Partai Komunis lain.

Tanpa menyebutkan namanya, Pompeo mengatakan mereka diyakini bertanggung jawab atas pelanggaran di Xinjiang.

Anggota keluarga mereka kemungkinan juga akan diberlakukan batasan.

Jatuhnya sanksi ini otomatis menambah ketegangan antara AS dan China.

Sebelumnya kedua negara besar ini bersitegang karena pandemi Covid-19 dan UU Keamanan Nasional di Hong Kong.

Selain dari Amerika Serikat, banyak negara turut mengecam sikap Tiongkok kepada Hong Kong seperti Inggris dan Korea Selatan.

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas