Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Militer China Pamer Pesawat Tempur Siluman yang Sangat Canggih, Siap Diproduksi Massal

Upacara peresmian akan dihadiri banyak pemimpin militer senior China, termasuk Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC), Zhang Youxia.

Militer China Pamer Pesawat Tempur Siluman yang Sangat Canggih, Siap Diproduksi Massal
Wikipedia
Chengdu J-20, jet tempur generasi kelima buatan China. 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Versi terbaru dari pesawat tempur siluman pertama China, J-20, akan segera masuk dapur produksi.

Seri terbaru ini tentunya akan mendapatkan sejumlah peningkatan performa, terutama di bagian mesin pendorong.

Melansir South China Morning Post, produksi massal ini akan resmi dimulai pada hari Rabu (15/7/2020) nanti.

Upacara peresmian akan dihadiri banyak pemimpin militer senior China, termasuk Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC), Zhang Youxia.

"Produksi massal pesawat J-20B (nama seri baru) dimulai pada hari Rabu. Ini akhirnya menjadi pesawat siluman yang lengkap. dengan kelincahan yang memenuhi standar. Perubahan paling signifikan pada jet tempur adalah sekarang dilengkapi dengan kontrol vektor dorong," ungkap perwakilan CMC seperti dikutip dari South China Morning Post.

Baca: Perbandingan Kekuatan Angkatan Laut China Vs AS, Siapa yang Lebih Unggul?


Pesawat siluman J-20 bermanuver dan memamerkan persenjataannya di udara pada acara Zhuhai air show, November 2018.
Pesawat siluman J-20 bermanuver dan memamerkan persenjataannya di udara pada acara Zhuhai air show, November 2018. 

Komponen baru yang terpasang ini disebut dengan Thrust Vector Control (TVC), memungkinkan pilot mengendalikan pesawat dengan lebih baik dengan mengarahkan mesin pendorong.

Tahun 2018 lalu China memulai debutnya dengan pesawat tempur multirole J-10C bermesin Taihang WS-10.

Pesawat ini jadi titik awal keberhasilan China dalam mengembangkan teknologi mesin pendorong pada pesawat tempur.

Seri J-20B nanti masih akan tetap menggunakan mesin Saturnus AL-31 buatan Rusia karena mesin WS-15 buatan China masih memerlukan beberapa penyesuaian.

Mesin WS-15 tersebut awalnya akan digunakan pada pesawat J-20, sayangnya proses pengerjaan gagal selesai tepat waktu.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas