Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penembakan di Selandia Baru

Penembakan di Christchurch: Selandia Baru Janjikan Perubahan, Muslim Setempat Akui Hal Ini

Pasca penembakan brutal yang tewaskan 51 orang di dua masjid di Christchurch, para pemimpin Selandia Baru berjanji akan membawa perubahan di negaranya

Penembakan di Christchurch: Selandia Baru Janjikan Perubahan, Muslim Setempat Akui Hal Ini
CNN
Perdana Menteri Jacinda Ardern memeluk pengunjung masjid di Masjid Kilbirnie pada 17 Maret 2019 di Wellington, Selandia Baru. 

Tarrant telah dihukum atas 51 dakwaan pembunuhan, 40 dakwaan percobaan pembunuhan, dan satu dakwaan terlibat dalam serangan teroris.

Dia disebut sebagai orang pertama di Selandia Baru yang dihukum atas pelanggaran itu.

Baca: 100 Orang Ikuti Upacara Peringatan HUT ke-75 RI di Selandia Baru

Baca: Selandia Baru Tunda Pemilu selama Sebulan karena Lonjakan Kasus Covid-19

Tarrant diperkirakan akan menerima hukuman kehidupan di penjara, dan salah satu periode non-pembebasan bersyarat terberat dalam sejarah Selandia Baru.

Serangan Terencana

Pada persidangan, pengadilan mendengar bahwa Tarrant telah mulai merencanakan serangan pada tahun 2017.

Dia bermaksud untuk "membunuh sebanyak mungkin orang yang dia bisa."

Tarrant juga berencana untuk membakar masjid hingga luluh lantah.

Jaksa penuntut umum mengatakan, saat polisi menangkap Tarrant, dia tengah dalam perjalanan ke situs ketiga di Ashburton.

Baca: 102 Hari Tanpa Transmisi Lokal, Selandia Baru Umumkan Kasus Baru Covid-19, Lockdown Diterapkan Lagi

Baca: Setelah Hagia Sophia, Turki Kembali Ubah Museum Lain dan Bekas Gereja Jadi Masjid

Tangisan Korban

Lebih jauh, para korban berbagi kesaksian pribadi di pengadilan, beberapa menangis, dan lainnya langsung berbicara kepada Tarrant.

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas