Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

BREAKING NEWS: Sistem Error, Pasar Modal Tokyo di Jepang Berhenti Transaksi

Akibat kegagalan sistem, transaksi jual beli tak dapat dilakukan dan kapan pemulihan masih belum diketahui.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in BREAKING NEWS: Sistem Error, Pasar Modal Tokyo di Jepang Berhenti Transaksi
Foto Jiji
Foto panel perdagangan saham di Pasar Modal Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pasar Modal Tokyo Jepang (TSE) berhenti transaksi, Kamis (1/10/2020) pagi lantaran ada sistem error (kegagalan sistem).

"Kami masih menyelidiki lebih lanjut apa penyebabnya, belum diketahui," ungkap sumber Tribunnews.com, Kamis (1/10/2020).

Akibat kegagalan sistem, transaksi jual beli tak dapat dilakukan dan kapan pemulihan masih belum diketahui.

Kejadian ini pertama kalinya dalam waktu sekitar 14 tahun 9 bulan semua saham ditangguhkan di TSE.

Karena efek ini, semua perdagangan saham tidak dimungkinkan di bursa saham Sapporo, Nagoya, dan Fukuoka.

Baca: BREAKING NEWS: PM Jepang Akan Kunjungi Indonesia 18 Oktober Lihat Langsung Sikon Covid-19

TSE adalah salah satu bursa terkemuka dunia bersama dengan New York dan London.

Rekomendasi Untuk Anda

Tidak dapat dipungkiri bahwa penghentian total transaksi akan berdampak signifikan bagi investor dalam dan luar negeri.

Gangguan tersebut berlanjut bahkan sampai jam 10.30 pagi waktu Jepang.

Menurut TSE, ditemukan adanya masalah dengan distribusi informasi pasar sebelum dimulainya perdagangan pada jam 09.00 pagi.

Foto panel perdagangan saham di Pasar Modal Tokyo.
Foto panel perdagangan saham di Pasar Modal Tokyo. (Foto Jiji)

Saat ini, sekitar 3.700 saham terdaftar di TSE, termasuk divisi 1 dan divisi 2 serta pasar Mothers.

Karena penangguhan transaksi, baik harga saham rata-rata Nikkei maupun indeks harga saham TSE (TOPIX) tidak dihitung.

Di sisi lain, Bursa Osaka yang menangani bursa berjangka, melakukan perdagangan seperti biasa.

Badan Jasa Keuangan berusaha untuk melaporkan ke TSE, seperti prospek pemulihan.

Baca: Yuko Bunuh Diri, 3 Bintang Jepang Lainnya Bernasib Sama, Ada Juga Pegulat Wanita Berdarah Indonesia

TSE sepenuhnya berhenti membeli dan menjual saham pada November 2005 karena kegagalan sistem.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas