Tribun

Mantan PM Malaysia Najib Galang Dukungan untuk Anwar Ibrahim Jadi Perdana Menteri

Najib Razak mencari dukungan dari anggota parlemen koalisi untuk mendukung pemimpin oposisi Anwar Ibrahim menjadi perdana menteri baru.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Mantan PM Malaysia Najib Galang Dukungan untuk Anwar Ibrahim Jadi Perdana Menteri
Mohd RASFAN / AFP
Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim berbicara saat konferensi pers di Kuala Lumpur pada 13 Oktober 2020 setelah pertemuan dengan raja Malaysia untuk membuktikan bahwa dia memiliki dukungan untuk mengambil alih kekuasaan dan memenuhi ambisi selama puluhan tahun untuk menjadi perdana menteri. 

Dukungan Najib terhadap Anwar menandai perubahan yang mencolok dalam hubungan mereka.

Mantan PM Malaysia Najib Razak
Mantan PM Malaysia Najib Razak (EPA)

Anwar, yang telah lama memimpin oposisi Malaysia dengan agenda reformasi, dipenjara selama pemerintahan Najib atas tuduhan sodomi, yang ia bantah dan katakan bermotif  politik.

 Anwar kemudian bergandengan tangan dengan sekutu yang berubah menjadi musuh Mahathir Mohamad, mantan perdana menteri terlama, untuk pemilu 2018 di mana mereka mengalahkan Najib.

Mahathir, yang sekarang berusia 95 tahun, kemudian mundur dan digantikan oleh Muhyiddin.

Baca juga: PM Malaysia Diminta Mundur Setelah Raja Tolak Permintaannya Untuk Berlakukan Darurat Covid-19

Anwar mengatakan bulan lalu,  ia mendapat dukungan dari mayoritas anggota parlemen  di parlemen. Tetapi dia tidak pernah mengidentifikasi atau menyebut siapa yang mendukungnya.  

Muhyiddin pada Jumat pekan lalu, meminta diumumkannya Darurat Covid-19 di tengah lonjakan kasus baru virus corona di Malaysia dan pandemi global yang telah memukuli ekonomi.

Tetapi para kritikus menuduhnya menggunakannya sebagai dalih untuk menangguhkan dan menghindari pemungutan suara untuk dukungan mayoritas terhadap PM yang berkuasa.

PM Malaysia Diminta Mundur 

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin diminta mengundurkan diri karena dinilai sudah tidak memiliki dukungan kekuasaan, setelah Raja Al-Sultan Abdullah menolak permintaan pemerintahannya untuk mengeluarkan Dekrit Keadaan Darurat pandemi Covid-19.

Muhyiddin telah meminta aturan darurat di tengah lonjakan kasus baru di Malaysia dan pandemi global yang telah memukul ekonomi. Tetapi para kritikus menuduhnya menggunakannya sebagai dalih untuk menangguhkan  dan menghindari pemungutan suara  mayoritas parlemen.

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas