Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS Secara Resmi Keluar dari Perjanjian Open Skies

Amerika Serikat secara resmi menarik dari dari Open Skies Treaty (Perjanjian Open Skies) pada Minggu (22/11/2020).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in AS Secara Resmi Keluar dari Perjanjian Open Skies
CBS
Ilustrasi Jet tempur AS. Amerika Serikat secara resmi menarik dari dari Open Skies Treaty (Perjanjian Open Skies) pada Minggu (22/11/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat secara resmi menarik dari dari Open Skies Treaty (Perjanjian Open Skies) pada Minggu (22/11/2020).

Open Skies merupakan perjanjian yang disepakati oleh 34 negara.

Ke-34 negara pihak dalam Perjanjian Open Skies adalah Belarusia, Belgia, Bosnia, Herzegovina, Bulgaria, Kanada, Kroasia, Republik Ceko, Denmark (termasuk Greenland).

Juga Estonia, Finlandia, Prancis, Georgia, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Belanda, Norwegia, dan Polandia.

Termasuk Portugal, Rumania, Federasi Rusia, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Turki, Ukraina, dan Inggris Raya.

Kyrgyzstan juga menandatangani perjanjian itu, tetapi belum meratifikasinya.

Negara yang tergabung dalam perjanjian ini dizinkan untuk terbang tanpa senjata untuk melakukan observasi.

Baca juga: Jelang Thanksgiving, CDC Imbau Warga AS Tak Pergi Liburan di Tengah Lonjakan Kasus Infeksi Covid-19

Baca juga: Presiden Terpilih AS Joe Biden segera Umumkan Kabinetnya

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut, pada Minggu (20/11/2020), juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan, enam bulan telah berlalu sejak AS memberi tahu, mereka menarik diri.

"Pada Minggu, Amerika Serikat bukan lagi Negara Pihak pada Perjanjian Open Skies," kata pernyataan itu, yang Tribunnews kutip dari Al Jazeera.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo di Twitter, mengatakan "Amerika lebih aman" karena penarikan Open Skies.

Pompeo lalu menambahkan "Rusia tetap tidak mematuhi kewajibannya".

Rusia telah dituduh berulang kali melanggar perjanjian Open Skies, dengan memblokir penerbangan pengintai di sekitar daerah tertentu.

Ttermasuk daerah kantong Rusia Kaliningrad dan perbatasan dengan Georgia, serta menolak penerbangan latihan militer Rusia.

Baca juga: Rusia akan Luncurkan Uji Coba Rubel Digital di Krimea

Open Skies Memungkinkan Penerbangan Observasi Tanpa Senjata

Perjanjian pengendalian senjata ini dinegosiasikan pada 1992.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas