Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pilpres Amerika Serikat

Presiden Rouhani Akui Iran Senang Lihat Donald Trump Tinggalkan Jabatannya

Presiden Iran Hassan Rouhani mengakui, Iran tak terlalu 'senang' dengan Joe Biden yang mengambil alih Gedung Putih, Rabu (16/12/2020).

Presiden Rouhani Akui Iran Senang Lihat Donald Trump Tinggalkan Jabatannya
CBS News
Presiden Iran Dr. Hassan Rouhani. Presiden Rouhani Akui Iran Senang Lihat Donald Trump Tinggalkan Jabatannya 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Iran, Hassan Rouhani mengakui, Iran tak terlalu 'senang' dengan Joe Biden yang mengambil alih Gedung Putih, Rabu (16/12/2020).

Namun, Rouhani menyatakan, Iran senang melihat akhir dari pemerintahan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).

Berbicara dalam rapat kabinet yang disiarkan televisi Rabu kemarin, Rouhani menyebut Trump 'nakal' dan 'orang yang paling melanggar hukum di AS'.

"Kami tak terlalu senang dengan kedatangan Biden, tapi kami sangat senang dengan kepergian Trump," ucap Rouhani.

Baca juga: Presiden Iran Hassan Rouhani Tuduh Israel Ingin Picu Perang Besar di Timur Tengah

Baca juga: Presiden Rouhani Isyaratkan Balas Tindakan Israel Terkait Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran

Presiden Iran Hassan Rouhani mengakui, Iran tak terlalu 'senang' dengan Joe Biden yang mengambil alih Gedung Putih, Rabu (16/12/2020).
Foto Presiden Iran Hassan Rouhani. Presiden Rouhani Akui Iran Senang Lihat Donald Trump Tinggalkan JabatannyaRabu (16/12/2020). (Al Jazeera)

Melansir Al Jazeera, Rouhani menilai, Trump adalah sosok yang melakukan begitu banyak melakukan tindakan kejam.

Rouhani juga mengklaim Trump seorang pembunuh, teroris "bahkan tidak mengizinkan upaya vaksin (Covid-19) kami".

"Ini adalah (contoh) betapa orang ini (Trump) kehilangan semua prinsip etika dan kemanusiaan," papar Rouhani.

Seperti diketahui, Iran menghadapi pandemi Covid-19 terbesar dan paling parah di Timur Tengah

Rouhani mengatakan, pemerintahan Trump secara aktif mencoba memblokir upaya Iran membeli vaksin melalui WHO.

Iran telah berada di bawah sanksi ekonomi yang keras di bawah AS sejak 2018 lalu.

Halaman
12
Ikuti kami di
Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas