Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres Amerika Serikat

Pidato Perpisahan, Trump Siap Serahkan Jabatan dan Sebut Gerakan Politiknya Baru Saja Dimulai

Presiden AS petahana Donald Trump dalam pidato perpisahannya berpesan hal ini untuk pemerintahan Joe Biden.

Pidato Perpisahan, Trump Siap Serahkan Jabatan dan Sebut Gerakan Politiknya Baru Saja Dimulai
MANDEL NGAN / AFP
Presiden AS Donald Trump melambaikan tangan saat dia naik ke Air Force One sebelum berangkat dari Dobbins Air Reserve Base di Marietta, Georgia pada 4 Januari 2021 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS petahana Donald Trump dalam pidato perpisahannya, berpesan hal ini untuk pemerintahan Joe Biden.

Dalam video pidatonya, Trump menyoroti keberhasilan pemerintahannya di tengah pemakzulan atas tuduhan memicu kerusuhan dan menyerukan warga AS untuk mendoakan pemerintahan yang baru.

"Minggu ini, kami meresmikan pemerintahan baru dan berdoa untuk keberhasilannya dalam menjaga keamanan dan kemakmuran Amerika," kata Trump dikutip dari NBC News

"Kami melakukan apa yang ingin kami lakukan di sini - dan lebih banyak lagi," mengacu pada pencapaian legislatif konservatif pemerintah.

"Di atas segalanya, kami telah menegaskan kembali gagasan suci bahwa di Amerika, pemerintah bertanggung jawab kepada rakyat," katanya.

Banyak pencapaian Trump yang akan dibalik oleh Joe Biden, diantaranya reformasi pajak, pemotongan peraturan, dan Kesepakatan Iklim Paris yang akan ditandatangani Biden lagi.

Baca juga: Goodbye, Trump Siap Serahkan Kekuasaan Kepada Pemerintahan Biden

Baca juga: Pidato Perpisahan, Trump Kembali Kutuk Aksi Kerusuhan di Capitol Hill

pesan damai Donald Trump
pesan damai Donald Trump (BBC)

Trump lagi-lagi membahas soal konspirasi yang membuat dirinya turun dari kursi kepresidenan.

Dia menyebut ada gejolak di Washington dan menjadikannya presiden AS ketiga yang dimakzulkan dan presiden pertama yang didakwa dua kali.

Suami Melania ini mengaku sebagai presiden pertama dalam beberapa dekade yang tidak memulai perang.

Dia juga mengklaim agendanya "bukan tentang kanan atau kiri, ini bukan tentang Republik atau Demokrat" meskipun pemerintahannya condong ke sayap kanan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas