Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Siapa Avril Haines, Wanita Pertama yang Memimpin Badan Intelijen Nasional AS

Avril Haines juga menjadi nama pertama yang resmi mengisi kabinet Biden-Harris.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Setya Krisna Sumarga
zoom-in Siapa Avril Haines, Wanita Pertama yang Memimpin Badan Intelijen Nasional AS
Newsweek/PeteSouza/WhiteHouse
Avril Haines berbicara dengan Presiden Barrack Obama saat ia menduduki jabatan Wakil Penasihat Keamanan Nasional di Gedung Putih. 

Haines lahir di Manhattan, New York dari pasangan Adrian Rappin (née Adrienne Rappaport) dan Thomas Haines.

Ibunya seorang pelukis. Haines mengidentifikasi keyakinan Yahudi ibunya. Ayahnya meninggal akibat sakit paru-paru dan tuberkulosis saat Haines berusia 15 tahun.

Ayahnya ahli biokimia dan profesor emeritus di City College, yang membantu mendirikan CUNY School of Medicine, tempat ia menjabat sebagai ketua departemen biokimia.

Setelah lulus dari Hunter College High School, Haines pergi ke Jepang selama satu tahun dan mendaftar di Kodokan, sebuah institut judo elit di Tokyo.

Pada 1988, Haines mendaftar di Universitas Chicago. Ia belajar fisika teoretis. Di sela-sela kuliahnya, Haines bekerja memperbaiki mesin mobil di bengkel mekanik di Hyde Park.

Pada 1991 Haines mengambil kursus tambahan sebaga penerbang di New Jersey. Di situlah ia bertemu calon suaminya, David Davighi.

Haines akhirnya lulus kuliah bergelar Bachelor of Arts di bidang fisika pada 1992, lalu pindah ke Baltimore, Maryland.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mendaftar sebagai mahasiswa doktoral di Universitas Johns Hopkins. Namun segera keluar begitu ia membeli sebuah bar di Fell's Point, Baltimore, yang disita menyusul penggerebekan narkoba.

Bersama pacarnya, Haines mengubah lokasi tersebut menjadi toko buku dan kafe independen.  Dia menamai toko tersebut Adrian's Book Café.

Kafe kecil itu dipenuhi lukisan karya ibunya. Toko buku tersebut memenangkan "Toko Buku Independen Terbaik" dari City Paper pada 1997.

Koleksi buku sastranya  luar biasa, karya penulis local yang malamnya kerap menggelar acara literasi. Adrian menjadi pembawa acara sejumlah bacaan sastra.

Haines melanjutkan upaya sekolahnya pada 1998 ketika ia mendaftar sebagai mahasiswa di Pusat Hukum Universitas Georgetown. Ia menerima gelar doktor hukum pada 2001.

Karir Bidang Hukum Melesat ke Gedung Putih

Bersamaan itu Avril Haines menjadi narasumber penting Konferensi di Den Haag tentang Hukum Perdata Internasional.

Tahun berikutnya, ia menjadi panitera di Pengadilan Banding Amerika Serikat untuk Hakim Sirkuit Keenam Danny Julian Boggs.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas