Tribun

Pilpres AS 2020

Georgia Mulai Penyelidikan atas Upaya Trump Batalkan Hasil Pilpres AS 2020

Jaksa di Fulton County, Georgia memulai penyelidikan atas upaya Donald Trump untuk membatalkan hasil Pilpres AS di negara bagian tersebut.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
Georgia Mulai Penyelidikan atas Upaya Trump Batalkan Hasil Pilpres AS 2020
Adrian DENNIS / AFP
Donald Trump tersenyum saat sesi pleno KTT NATO di hotel Grove di Watford, timur laut London pada 4 Desember 2019. Terbaru. Georgia Mulai Penyelidikan atas Upaya Trump Batalkan Hasil Pilpres AS 2020 

TRIBUNNEWS.COM - Jaksa di Fulton County, Georgia memulai penyelidikan atas upaya Donald Trump untuk membatalkan hasil Pilpres Amerika Serikat (AS) 2020 di negara bagian tersebut.

Menurut Reuters, kabar ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times pada Rabu (10/2/2021).

Ini merupakan penyelidikan kriminal kedua yang dihadapi mantan Presiden AS tersebut.

Jaksa Wilayah Fulton County Fani Willis mengirim surat yang meminta pejabat pemerintah Georgia untuk mengamankan dokumen.

Baca juga: Biden Resmi Jadi Presiden AS, Pendukung Trump Tetap Yakin Pilpres Curang

Baca juga: Joe Biden Menunggu di Luar Gedung Putih saat Pelantikan karena Staf Dipulangkan oleh Trump

Donald Trump tersenyum saat sesi pleno KTT NATO di hotel Grove di Watford, timur laut London pada 4 Desember 2019. Terbaru, Georgia Mulai Penyelidikan atas Upaya Trump Batalkan Hasil Pilpres AS 2020
Donald Trump tersenyum saat sesi pleno KTT NATO di hotel Grove di Watford, timur laut London pada 4 Desember 2019. Terbaru, Georgia Mulai Penyelidikan atas Upaya Trump Batalkan Hasil Pilpres AS 2020 (Adrian DENNIS / AFP)

Termasuk dokumen yang terkait seruan Trump kepada Gubernur dari Partai Republik, Brad Raffensperger agar menemukan lebih banyak suara di Georgia.

Dalam panggilan telepon, Trump terdengar berkata kepada Raffensperger: "Saya ingin mendapat 11.780 suara, satu lebih banyak dari yang kita miliki".

"Surat ini merupakan pemberitahuan bahwa semua catatat yang berpotensi terkait dengan penyelenggaraan Pilpres 2020 harus disimpan dengan perhatian khusus," terang bunyi surat tertanggal 10 Februari 2021.

"Masalah ini memiliki prioritas tinggi dan saya yakin bahwa ketika sesama petugas penegak hukum, bersumpah untuk menegakkan Konstitusi Amerika Serikat dan Georgia, perolehan informasi dan bukti potensi video dan catatan elektronik yang kooperatif," terang surat itu.

Al Jazeera telah meminta salinan surat tersebut, tetapi belum dikirimkan oleh publikasi.

Perwakilan untuk Kantor Kejaksaan daerah dan untuk Trump tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas