Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengacara Yusaku Mimura: Warga Asing dan Warga Jepang Punya Hak yang Sama di Muka Hukum

Hukum di Jepang menurut Mimura sangatlah adil dan tidak bisa dipermainkan oleh siapa pun.

Pengacara Yusaku Mimura: Warga Asing dan Warga Jepang Punya Hak yang Sama di Muka Hukum
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pengacara Yusaku Mimura (kiri) dan peserta Zoom Mimura, Jumat (19/2/2021). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pengacara profesional Jepang Yusaku Mimura menekankan hak yang sama baik warga negara Jepang maupun warga asing yang berada di Jepang di muka hukum Jepang.

"Tidak ada beda warga asing atau warga Jepang kalau sudah masuk pengadilan, haknya sama," paparnya saat pertemuan via aplikasi Zoom dengan members Forum BBB, Jumat (19/2/2021).

Permasalahan dimisalkan perkawinan internasional antara WNI dan warga Jepang.

"Apabila warga Jepang salah ya salah, apabila warga asing salah ya salah. Hakim akan melihatnya sesuai undang-undang hukum yang berlaku sah di Jepang," paparnya.

Mimura juga melihat adanya transaksi jual beli kartu zairyu palsu di Jepang oleh orang asing.

"Jangan terlibat transaksi jual beli kartu resmi pemerintah Jepang yang dipalsukan. Kalau tertangkap terutama yang menjual barang palsu, sanksinya cukup berat," kata dia mengingatkan.

Baca juga: Hati-hati dengan Jasa Titipan, Sekelompok WNI Ditangkap Polisi Jepang karena Kedapatan Bawa Narkoba

Baca juga: 5 Artis Jepang yang Meninggal Bunuh Diri di Tengah Pandemi Covid-19, Siapa Saja?

Berbicara mengenai perceraian, seorang ibu, menurut Mimura,  pada dasarnya memiliki hak asuh (kewenangan orang tua) setelah perceraian, terutama saat anak masih kecil (misalnya, di bawah 12 tahun (sekolah dasar).

"Ayah harus membayar biaya untuk membesarkan anak-anak ketika anak-anak tinggal bersama ibunya bahkan setelah perceraian sampai anak-anak itu mandiri."

Misalnya, mereka menjadi 20 tahun atau 22 tahun (jika mereka kuliah).

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas