Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Krisis Myanmar

Ribuan Warga Myanmar Hadiri Pemakaman Mya Thwate Thwate, Demonstran yang Meninggal Ditembak Polisi

Setelah mendapatkan perawatan intensif selama 10 hari, Mya Thwate Thwate Khaing meninggal. Sebelumnya, ia ditembak polisi saat melakukan unjuk rasa.

Ribuan Warga Myanmar Hadiri Pemakaman Mya Thwate Thwate, Demonstran yang Meninggal Ditembak Polisi
AFP
Ujuk rasa anti-kudeta Myanmar. Setelah mendapatkan perawatan intensif selama 10 hari, Mya Thwate Thwate Khaing meninggal. Sebelumnya, ia ditembak polisi saat melakukan unjuk rasa. Pemakamannya dihadiri oleh ribuan warga Myanmar. 

TRUBUNNEWS.COM - Seorang pekerja toko bahan makanan, Mya Thwate Thwate Khaing, ditembak di kepala oleh polisi saat mengikuti demo memprotes kudeta militer Myanmar.

Mya Thwate Thwate Khaing sempat dirawat dalam perawatan intensif, tetapi meninggal beberapa hari setelah ulang tahunnya yang ke-20.

Menurut laporan wxxinews.org, Mya Thwate Thwate Khaing meninggal karena luka-lukanya pada Jumat (19/2/2021) pagi.

Ia juga menjadi korban tewas pertama yang dikonfirmasi dalam konfrontasi yang sedang berlangsung antara pengunjuk rasa dan militer Myanmar.

Baca juga: Ribuan Orang di Myanmar Hadiri Pemakaman Demonstran yang Tewas Ditembak di Kepala

Baca juga: Junta Militer Myanmar Ancam Demonstran akan Kehilangan Nyawa jika Teruskan Aksi Mogok Nasional

Seorang pengunjuk rasa mengacungkan salam tiga jari saat polisi memblokir jalan selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 6 Februari 2021.
Seorang pengunjuk rasa mengacungkan salam tiga jari saat polisi memblokir jalan selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 6 Februari 2021. (YE AUNG THU / AFP)

Dikutip dari The Guardian, pada Minggu, pelayat berbaris di pintu masuk ke pemakaman di kota saat mobil jenazah yang membawa tubuh Mya Thwate Thwate Khaing tiba dan dibawa ke krematorium di mana banyak orang telah berkumpul.

Para pelayat kompak mengangkat tangan memberi hormat tiga jari saat kendaraan hitam dan emas itu meluncur perlahan lewat.

Perlu diketahui, tiga jari adalah tanda pembangkangan dan perlawanan yang diadopsi dari negara tetangga Thailand.

Di dalam aula krematorium, tutup peti mati Mya Thwate Thwate Khaing sebagian dilepas untuk memungkinkan melihatnya sekilas sebelum kremasi.

Baca juga: Myanmar di Tengah Aksi Mogok Massal untuk Lawan Kudeta Militer

Baca juga: Facebook Menghapus Fanpage yang Dikelola Militer Myanmar karena Pelanggaran Standar Komunitas

Kudeta Militer Myanmar Menarik Perhatian Negara Lain

Dilansir oleh AP News, tanda-tanda potensi konflik yang tidak menyenangkan menarik perhatian di luar Myanmar.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas