Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Iran Vs Amerika Memanas

AS Serang Suriah, Targetkan 2 Kelompok Milisi yang Didukung Iran

Militer Amerika Serikat (AS) pada menyerang situs Suriah yang digunakan dua kelompok milisi yang didukung Iran pada Kamis (25/2/2021).

AS Serang Suriah, Targetkan 2 Kelompok Milisi yang Didukung Iran
CITRA SATELIT © 2021 MAXAR TECHNOLOGIES / AFP
Gambar satelit selebaran ini diambil dan dirilis oleh Maxar Technologies pada 26 Februari 2021 menunjukkan setelah (atas, C) serangan udara AS baru-baru ini terhadap sekelompok kecil bangunan di sebuah penyeberangan tidak resmi di perbatasan Suriah-Irak dekat Alm-Qaim, Irak. Suriah dan Iran pada 26 Februari mengutuk serangan udara AS yang mematikan terhadap milisi yang didukung Iran dengan Damaskus menyebutnya sebagai "pertanda buruk" dari pemerintahan Biden yang baru dan Teheran mengatakan itu akan semakin mengguncang kawasan itu. 

Kritikan Terhadap Serangan Tersebut

Keputusan Biden lantas menuai kritik dari Anggota Parlemen Demokrat.

Bahkan, hampir sehari kemudian, Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk serangan itu.

Juru bicara Kementerian Saeed Khatibzadeh menyebut serangan udara itu sebagai "kelanjutan dari serangan rezim Zionis terus-menerus di tanah Suriah".

Pernyataannya merujuk pada serangan udara Israel di Suriah. Khatibzadeh juga mengatakan kehadiran pasukan AS di Suriah adalah ilegal dan menuduh negara itu melatih "teroris."

Gedung Putih mengatakan pada Jumat (26/2/2021) bahwa serangan itu didukung oleh Pasal II Konstitusi serta piagam PBB.

"Presiden bertindak sesuai dengan kekuatan pertahanan diri yang melekat yang diabadikan dalam Konstitusi kami dan Piagam PBB," kata seorang juru bicara NSC.

"Kami memiliki proses yang ketat untuk memasukkan tinjauan hukum atas pemogokan yang dilakukan."
Juru bicara itu mengatakan Biden menggunakan "otoritas Pasal II miliknya untuk membela personel AS dan untuk mencegah risiko serangan tambahan selama beberapa pekan mendatang," jelasnya.

"Serangan itu diperlukan untuk mengatasi ancaman dan sebanding dengan serangan sebelumnya," kata juru bicara itu.

Selain menuai kritik, serangan itu mendapat pujian dari seorang Republikan dan kritik dan perhatian cepat dari Demokrat yang marah atas kegagalan Gedung Putih untuk memberi pengarahan kepada mereka.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas