Tribun

POPULER Internasional: Pernikahan Rahasia Meghan-Harry | Tes PCR di Jepang Lewat Vending Machine

Wawancara Meghan Markle dan Pangeran Harry dengan Oprah Winfrey masih menjadi sorotan. Dari situ terungkap bahwa pasangan kerajaan itu sudah menikah.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
POPULER Internasional: Pernikahan Rahasia Meghan-Harry | Tes PCR di Jepang Lewat Vending Machine
Kolase Tribunnews
POPULER Internasional: Pernikahan Rahasia Meghan-Harry | Tes PCR di Jepang Lewat Vending Machine 

CBS mengatakan, wawancara Harry dan Meghan menarik penonton terbanyak untuk acara hiburan sejak siaran Oscar 2020.

Diketahui, acara Oscar 2020 yang digelar pada Februari lalu ditonton oleh 23,6 juta penonton.

Wawancara ini juga merupakan acara yang paling banyak ditonton pada hari Minggu di jam tayang utama dalam setahun, selain Super Bowl.

Super Bowl merupakan acara TV yang paling banyak ditonton di Amerika Serikat.

Baca juga: Tak Dapat Arahan Seperti di Film, Meghan Mencari Tahu Sendiri Cara Menjadi Bangsawan di Internet

Baca juga: Istana Buckingham dalam Pembicaraan Krisis setelah Wawancara Oprah dengan Harry dan Meghan Markle

Pangeran Harry dan Meghan Markle dalam Oprah With Meghan dan Harry: A CBS Primetime Special
Pangeran Harry dan Meghan Markle dalam Oprah With Meghan dan Harry: A CBS Primetime Special. (CBS)

Pertandingan final sepak bola Amerika ini secara teratur menarik sekitar 100 juta penonton, menjadi acara TV dengan rating tertinggi di Negeri Paman Sam.

Wawancara yang dipimpin Oprah itu menjadi penampilan pertama Harry dan istrinya sejak Megxit, keluar dari Kerajaan Inggris tahun lalu.

Meghan secara garis besar mengungkap alasan dirinya dan Harry memilih menjauh dari keluarga bangsawan Inggris.

Ibu Archie menuding keluarga kerajaan rasis terhadap dia dan putranya serta gagal melindungi mereka dari media.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Sosok Suster Ann, Biarawati yang Berlutut di Depan Aparat Agar Tidak Menembaki Demonstran Myanmar

Suster Ann Roza Nu Tawng, seorang biarawati di Myitkyina, Myanmar, berlutut di hadapan sejumlah aparat yang juga ikut berlutut. Suster Ann Roza memohon kepada aparat Myanmar agar tak menembaki para pengunjuk rasa pada Senin, 8 Maret 2021. Namun, terdengar tembakan dengan dua orang dikonfirmasi tewas.
Suster Ann Roza Nu Tawng, seorang biarawati di Myitkyina, Myanmar, berlutut di hadapan sejumlah aparat yang juga ikut berlutut. Suster Ann Roza memohon kepada aparat Myanmar agar tak menembaki para pengunjuk rasa pada Senin, 8 Maret 2021. Namun, terdengar tembakan dengan dua orang dikonfirmasi tewas. ((MYITKYINA NEWS JOURNAL via Sky News))
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas