Tribun

POPULER Internasional: Pernikahan Rahasia Meghan-Harry | Tes PCR di Jepang Lewat Vending Machine

Wawancara Meghan Markle dan Pangeran Harry dengan Oprah Winfrey masih menjadi sorotan. Dari situ terungkap bahwa pasangan kerajaan itu sudah menikah.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
POPULER Internasional: Pernikahan Rahasia Meghan-Harry | Tes PCR di Jepang Lewat Vending Machine
Kolase Tribunnews
POPULER Internasional: Pernikahan Rahasia Meghan-Harry | Tes PCR di Jepang Lewat Vending Machine 

Suster Ann Roza Nu Tawng kembali berlutut demi melindungi demonstran dari aparat Myanmar, beberapa saat sebelum mereka ditembaki.

Biarawati itu menjadi perhatian setelah memohon sambil menangis agar polisi dan militer tak menembaki pengunjuk rasa.

Insiden yang terjadi di kota Myitkyina pada 28 Februari itu dijuluki sebagai "Momen Tiananmen di Myanmar".

Mengenakan jubah putih dan kerudung gelap, Suster Ann Roza Nu Tawng kembali berlutut pada Senin pagi waktu setempat (8/3/2021).

Dalam gambar yang dirilis Myitkyina News Journal, Suster Ann berlutut dekat katedral, dengan biarawati senior lain melihatnya.

Kepada Sky News, dia menuturkan hanya ingin aparat Myanmar tak memukuli, menyiksa, dan menahan demonstran.

"Karena para pengunjuk rasa ini tidak melakukan hal yang jahat, mereka hanya meneriakkan slogan," kata dia.

Baca juga: Sempat Dikepung Aparat Keamanan, Akhirnya Ratusan Demonstran Myanmar Dibebaskan

Saat itu, salah satu polisi menjawab untuk meminta Suster Ann menjauh, karena mereka harus melaksanakan tugasnya.

"Saya menjawab 'tidak. Jika kalian ingin melakukannya, maka kalian harus melewati saya dahulu'," tegasnya.

Pihak berwenang merespons, mereka harus membereskan barikade yang menutupi jalan. Tak berselang lama, demonstran kembali.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Tes PCR di Jepang Hanya Lewat Vending Machine

Vending machine di Laketown Koshigaya, Saitama, Jepang.
Vending machine di Laketown Koshigaya, Saitama, Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Tes PCR di Jepang kini sudah bisa dilakukan dengan membeli paket tes PCR di Vending Machine (jidohambaiki) yang ada di Jepang dengan harga 4.500 yen sudah termasuk pajak.

Tes PCR ini digunakan untuk diagnosis infeksi virus corona.

Sebuah mesin penjual otomatis untuk alat tes PCR yang dibiayai sendiri baru-baru ini muncul di tempat parkir sepeda "Toko Ale Isehara" di pintu ke luar selatan Stasiun Isehara, Kanagawa.

Kit tes PCR untuk pengumpulan air liur.

Demikian pula di Lake Town Takenoko Otolaryngology, sebuah institusi medis di Kota Koshigaya, Prefektur Saitama.

Caranya masukkan uang 4.500 yen ke jidohambaiki lalu akan dapat satu set tes kit untuk tes PCR. Kemudian ikuti petunjuk yang tertulis di sana (dalam bahasa Jepang).

Baca juga: Survei NNN: 77 Persen Warga Tolak Kedatangan Orang Asing ke Olimpiade Jepang

Baca juga: Dimitri dan Olena, WNA Asal Eropa Kedapatan Palsukan Hasil Test PCR

Kumpulkan air liur sesuai petunjuk di kit dan kirimkan ke pos dengan surat untuk dibalas.

Setelah tiba di rumah sakit, diagnosis akan dibuat dalam waktu 24 jam, dan hasilnya akan dikirim melalui email.

Kiriman pos di Jepang umumnya hanya satu hari, paling lama dua hari.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

  Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas