Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Profesor Jepang Melihat bila Infeksi Corona Meningkat, Ekonomi Terpukul Lagi Ratusan Miliar Yen

Pemerintah Jepang melakukan dengan benar deklarasi darurat berlangsung hingga 21 Maret mendatang dan infeksi pasti turun terus.

Profesor Jepang Melihat bila Infeksi Corona Meningkat, Ekonomi Terpukul Lagi Ratusan Miliar Yen
Foto Richard Susilo
Taisuke Nakata Associate Profesor Universitas Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Pemerintah Jepang melakukan dengan benar deklarasi darurat berlangsung hingga 21 Maret mendatang dan infeksi pasti turun terus.

Namun Juni diperkirakan Taisuke Nakata Associate Profesor Universitas Tokyo kemungkinan infeksi naik lagi dan ekonomi akan terpukul ratusan miliar yen lagi.

"Saya bukan profesor infeksi tetapi bidang ekonomi, semua kembali kepada apa yang akan terjadi pada jumlah infeksi maka saya buatkan simulasi akan terjadi kerugian sekian besar," papar Nakata khusus kepada Tribunnews.com Sore ini (17/3/2021).

Dengan simulasinya, jumlah infeksi akan naik lagi per hari bisa mencapai 500 orang di bulan Juni 2021 mendatang menjelang Olimpiade, berarti akan terjadi kerugian ekonomi lebih besar lagi nantinya ratusan miliar yen.

Awal Maret 2021 Nakata juga pernah membuat simulasi kalau infeksi mencapai lebih dari 1000 orang terinfeksi atau sekitar 1300 orang per hari di Tokyo, maka kerugian ekonomi akan mencapai sekitar 170 miliar yen.

Kerugian tersebut terpaksa membuat pemerintah Jepang akan mengeluarkan kembali obligasinya kepada masyarakat untuk mengantisipasi berbagai hal, termasuk berbagai subsidi supaya bisa memutar kembali roda perekonomian yang terdampak oleh pandemi corona.

"Ya memang apa boleh buat nantinya harus mengeluarkan kembali obligasi pemerintah ke masyarakat untuk mendanai dan mengantisipasi pandemi corona ini karena inilah yang jadi fokus pemerintah saat ini, ekonomi dan corona," tekannya lebih lanjut.

 Pada bulan Juni 2003, Nakata (40) lulus dari Fakultas Ekonomi, Universitas  Chicago. Kemudian  Juli 2003 Asisten Ekonom, Departemen Riset, Federal Reserve Bank Kansas City Amerika Serikat.

Mei 2012 Ph.D.,  bidang Ekonomi, dari Universitas New York dan  September 2012 menjadi anggota  Dewan Gubernur Federal Reserve, Ekonom Departemen Riset, lalu September 2015 Dewan Gubernur Federal Reserve, Ekonom Senior, Departemen Riset, dan  Desember 2018, sebagai anggota  Dewan Gubernur Federal Reserve, Kepala Ekonom, Departemen Riset .

Barulah mulai 2 April 2020 sebagai  Associate Professor, Sekolah Pascasarjana Ekonomi, Universitas Tokyo dan Sekolah Pascasarjana Kebijakan Publik, dengan subjek utama makroekonomi.

Subjek penelitiannya  dan kemajuan penelitian berupa  Analisis teoritis kebijakan moneter dan fiskal non-tradisional di bawah suku bunga nol.

Sementara itu bagi WNI yang berkeinginan vaksinasi Covid-19 di Jepang dapat menghubungi Forum BBB, kelompok bisnis WNI yang berdomisili di Jepang dengan email: bbb@jepang.com subject: Vaksinasi

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas