Tribun

Penembakan di Panti Pijat Atlanta: Polisi Belum Pastikan Motif Pelaku Berkaitan dengan Ras

Seorang pria didakwa melakukan pembunuhan atas tewasnya delapan orang di panti pijat di Atlanta, Georgia.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Penembakan di Panti Pijat Atlanta: Polisi Belum Pastikan Motif Pelaku Berkaitan dengan Ras
ALEX WONG / AFP
Aktivis berpartisipasi dalam aksi berjaga sebagai tanggapan atas penembakan spa Atlanta 17 Maret 2021 di daerah Chinatown di Washington, DC. Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di tiga spa di daerah Atlanta, Georgia, sehari sebelum menewaskan delapan orang, termasuk enam wanita keturunan Asia. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria didakwa melakukan pembunuhan atas tewasnya delapan orang di panti pijat di Atlanta, Georgia.

Dilansir BBC.com, pejabat belum bisa memastikan apakah serangan itu, di mana 6 korban adalah wanita Asia, bermotif rasial.

Tersangka, bernama Robert Aaron Long, menghadapi berbagai tuduhan pembunuhan serta penyerangan yang akan memperparah hukumannya.

Sheriff Cherokee Frank Reynolds mengatakan tersangka mungkin seorang patron dan mengaku memiliki "kecanduan seksual".

Serangan itu terjadi di tengah peningkatan tajam kejahatan terhadap orang Asia-Amerika.

Julie Tran memegang teleponnya saat menyalakan lilin di Garden Grove, California, pada 17 Maret 2021 untuk bersatu melawan serentetan kekerasan baru-baru ini yang menargetkan orang Asia dan untuk mengungkapkan kesedihan dan kemarahan setelah penembakan yang menewaskan delapan orang di Atlanta, Georgia, termasuk setidaknya enam wanita Asia.
Julie Tran memegang teleponnya saat menyalakan lilin di Garden Grove, California, pada 17 Maret 2021 untuk bersatu melawan serentetan kekerasan baru-baru ini yang menargetkan orang Asia dan untuk mengungkapkan kesedihan dan kemarahan setelah penembakan yang menewaskan delapan orang di Atlanta, Georgia, termasuk setidaknya enam wanita Asia. (Apu GOMES / AFP)

Keterangan Polisi

Dalam konferensi pers pada hari Rabu (17/3/2021), para penyelidik mengatakan Robert Aaron Long (21), dari Woodstock, Georgia, mengakui penembakan itu.

Namun Long membantah bahwa serangan itu dimotivasi oleh ras.

Long telah didakwa dengan delapan dakwaan pembunuhan dan satu dakwaan penyerangan, menurut Departemen Sheriff Kabupaten Cherokee.

"Dia nampaknya memiliki masalah, apa yang dia anggap sebagai kecanduan seksual, dan melihat lokasi TKP sebagai godaan baginya yang ingin dia singkirkan," kata Kapten Jay Baker.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas