Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Anggota DPR Australia Ketahuan Booking PSK di HP, Tawarkan Bayaran Rp 10 Juta

Ketika menjawab tawaran tersebut, perempuan ini tidak menyangka dia berhubungan dengan seorang politisi.

Anggota DPR Australia Ketahuan Booking PSK di HP, Tawarkan Bayaran Rp 10 Juta
ABC News: Dave Maguire / Parliament Of NSW
MIchael Johnsen mengirim ratusan SMS kepada pekerja seks, kadang ketika dia berada di sidang parlemen NSW. 

"Kamu bisa datang ke Ruang Jubilee jika sampai lebih awal. Akan membantu kalau saya tahu nama [sic]mu, jadi waktu kita ketemu, jadinya tidak canggung."

Namun, pertemuan ini dibatalkan karena perempuan ini mengalami cedera.

Komunikasi tetap berlanjut dengan kesepakatan bertemu di kawasan terpencil bernama Yellow Rock di Blue Mountains untuk janji berhubungan seksual pada 15 September 2019.

Di sinilah pelecehan seksual tersebut terjadi.

Michael Johnsen membantah semua tuduhan.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Rabu malam minggu lalu dia mengatakan kecewa dengan tuduhan yang ada.

"Saya dengan sukarela sudah berbicara dengan Polisi NSW dan akan terus bekerja sama dalam penyelidikan," katanya.

"Saya percaya bahwa penyelidikan apapun akan berkesimpulan saya adalah pihak yang tidak bersalah."

Michael Johnsen mengatakan dia akan segera mengambil cuti.

"Karena masalah ini ditangani oleh Polisi NSW, saya tidak akan memberikan komentar publik lagi."

Di tahun 2018, Michael Johnsen masuk dalam komite standar etika di parlemen yang mengkaji perilaku para anggota parlemen di negara bagian New South Wales.

Aturan yang sebelumnya sudah disetujui tahun 1998 mengharuskan anggota parlemen "mempertahankan kepercayaan publik dengan melakukan tugas mereka dengan kejujuran dan integritas, menghormati hukum dan parlemen sebagai institusi".

Pekerja seksual ini memutuskan untuk berbicara kepada publik mengenai Michael Johnsen setelah dia memposting pernyataan kontroversial di media sosial.

Perempuan tersebut menandatangani petisi mengenai masalah kode etik tersebut. Cuitan Johnsen membuatnya marah dan kecewa.

"Di situlah saya mulai berpikir mengenai semua kiriman pesan yang dibuatnya, atau saat dia seharusnya di parlemen. Dan saya pikir dia sudah melanggar kode etik. Mungkin dia akan kehilangan pekerjaannya."

"Seseorang dalam posisi itu harus mengikuti kode etik yang ada."

Perempuan tersebut sudah membuat lapporan kepada Polisi NSW bulan September tahun lalu.

Dia mengatakan perilaku Michael Johnsen bertentangan dengan kebijakan Partai Nasional mengenai keluarga yang konservatif.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas