Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Filipina Cabut Penangguhan Vaksin AstraZeneca untuk Usia di Bawah 60 Tahun

Pejabat kesehatan FIlipina pada Senin (19/4/2021) memaparkan pemerintah akan melanjutkan program vaksinasi untuk orang dengan usia di bawah 60 tahun.

Filipina Cabut Penangguhan Vaksin AstraZeneca untuk Usia di Bawah 60 Tahun
Piroschka van de Wouw / ANP / AFP
Ilustrasi. Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin AstraZeneca pada 20 Maret 2021 di Ede, tempat kampanye vaksinasi melawan Covid-19. 

TRIBUNNEWS.COM - Filipa telah mencabut penangguhan penggunaan vaksin AstraZeneca.

Pejabat kesehatan pada Senin (19/4/2021) memaparkan, pemerintah akan melanjutkan program vaksinasi untuk orang dengan usia di bawah 60 tahun.

Melansir Reuters, Filipina mulai menangguhkan vaksin AstraZeneca seteah ada laporan pembekuan darah yang langkah pada penerima vaksin dengan usia lebih muda di luar negeri.

"Manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Hanya sebagian kecil dari populasi yang memiliki efek merugikan ini untuk AstraZeneca," kata Wakil Menteri Kesehatan, Maria Rosario Vergeire, pada konferensi pers reguler.

Baca juga: Hong Kong Larang Penerbangan dari India, Pakistan dan Filipina Setelah Ditemukan Mutan Covid-19

Baca juga: Kanada Kembali Laporkan Kasus Pembekuan Darah Langka setelah Suntik Vaksin COVID-19 AstraZeneca

Ilustrasi. Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin AstraZeneca pada 20 Maret 2021 di Ede, tempat kampanye vaksinasi melawan Covid-19
Ilustrasi. Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin AstraZeneca pada 20 Maret 2021 di Ede, tempat kampanye vaksinasi melawan Covid-19 (Piroschka van de Wouw / ANP / AFP)

Pernyataan Vergeire merujuk pada negara-negara yang melaporkan pembekuan darah, seperti Australia.

"Otoritas kesehatan akan merilis pedoman untuk memasukkan tindakan pencegahan yang berbeda pada penggunaan suntikan AstraZeneca," Vergeire menambahkan.

European Medicines Agency sebelumnya merekomendasikan untuk memasukkan pembekuan darah sebagai efek samping langka dari vaksin AstraZeneca.

Negara di kawasan Asia Tenggara belum mencatat pembekuan darah sebagai efek samping.

Baca juga: AstraZeneca dan J&J Gunakan Teknologi Vaksin yang Sama, Ada Hubungannya dengan Penggumpalan Darah?

Baca juga: Pertama di Dunia, Denmark Menyetop Vaksin AstraZeneca karena Risiko Pembekuan Darah

Foto selebaran ini diambil pada 4 Maret 2021 dan diterima pada 5 Maret dari Divisi Foto Kepresidenan (PPD) menunjukkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte memegang botol vaksin AstraZeneca Covid-19 saat upacara di pangkalan udara militer di Manila, tak lama setelah vaksin tiba dari Eropa.
Foto selebaran ini diambil pada 4 Maret 2021 dan diterima pada 5 Maret dari Divisi Foto Kepresidenan (PPD) menunjukkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte memegang botol vaksin AstraZeneca Covid-19 saat upacara di pangkalan udara militer di Manila, tak lama setelah vaksin tiba dari Eropa. (Raja RODRIGUES / Divisi Foto Presiden (PPD) / AFP)

Filipina, negara berpenduduk 108 juta orang, kini tengah berjuang melawan salah satu wabah terburuk di Asia tetapi telah memberikan kurang dari 1,5 juta suntikan vaksin COVID-19, 86% di antaranya adalah dosis pertama.

Tercatat lebih dari 936.000 kasus COVID-19 dan 15.960 kematian akibat virus tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas