Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mimpi Bangun Pesantren Pertama di Amerika, Syamsi Ali: Ini Akan Jadi Representasi Kecil Kehebatan RI

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Imam Masjid Islamic Center of New York itu tidak merinci di mana lokasi tanah 10 hekta

Mimpi Bangun Pesantren Pertama di Amerika, Syamsi Ali: Ini Akan Jadi Representasi Kecil Kehebatan RI
screenshot
Imam Masjid Islamic Center of New York Muhammad Syamsi Ali saat melakukan wawancara khusus dengan Tribun Network, Rabu (21/4/2021) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Nusantara Fondation Muhammad Syamsi Ali mengungkapkan, mimpinya membangun pesantren pertama di Amerika Serikat (AS) sudah hampir terwujud.

Sekarang ini yayasan Nusantara Fondation telah berhasil membeli sekitar 10 hektar tanah yang akan dijadikan lahan bagi pesantren yang hendak didirikan.

"Alhamdulillah lahannya 7,5 hektar sudah kita miliki, dan akan ditambah lagi 3,1 hektar. Jadi nantinya akan menjadi 10 hektar lebih lahannya (bangunan pesantren) itu," kata Syamsi saat berbincang dengan Tribun Network, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Peserta Pesantren Kilat Digital 2021 dapat Pelatihan UMKM dan Digital

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Imam Masjid Islamic Center of New York itu tidak merinci di mana lokasi tanah 10 hektar yang telah dibeli berada.

Namun, di atas tanah tersebut sudah ada gedung-gedung tua yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.

"Ada gedung-gedung tua yang sudah bisa kita manfaatkan, walaupun belum bisa dipakai sebagai sekolah," kata Syamsi.

Baca juga: Rizieq: Saya Hadir ke Pondok Pesantren Markaz Syariah di Megamendung untuk Salat Jumat

Syamsi Ali juga mengungkapkan bahwa penggalangan dana untuk pembelian tanah 10 hektar yang nantinya akan dibangun pesantren itu dilakukan di Indonesia.

Bukan karena minim koneksi, tapi lebih karena Syamsi ingin agar pesantren pertama yang didirikan di Amerika nantinya benar-benar menjadi kontribusi dari umat Islam Indonesia.

"Kami sengaja mengadakan fund raising, penggalangan dana di Indonesia. Bukan berarti kami tidak punya koneksi ke Timur Tengah, tapi saya belum ingin melakukan fund raising ke negara lain," ujar Syamsi.

Baca juga: Kemenag Uji Publik Peta Jalan Kemandirian Pesantren

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas